Pak Mamat tinggal di rumah sederhana di samping kebun sebelah kiri rumah kami. Dia seorang pengidap diabetes, jantung, bahkan pernah didiagnosa sebagai

Wahai Tuhanku, maafkan jika aku telah berkarya tidak sesuai dengan kehendak dan ridho-Mu. Puisi-puisiku telah mengilhami banyak orang pada kebaikan dan keburukan.

Sunyi yang ditaburkannyaterus saja merambat dalam gelapakar-akarnya menembusi tinggi gedungsibuk mencari ruang-ruang yang dapat diisitapi tak mereka temukan apapunkecuali rel-rel panjang dan

Tuan, kami begitu rindutanganmu yang hangat memeluk tubuh mungil kamidan merebahkan segala lelah di gendonganmusebab kekar lengan kota semakin jalang berbuatmembanting tubuh

Ingin ku pesan sebuah tiket perjalanandengan tujuan ke kota amnesiaagar di setiap jalan yang kita laluidapat perlahan kita buang apa sajaentah itu

Orang itu pernah menduduki jabatan sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) di ibukota Jakarta. Namanya Jenderal Hoegeng. Setelah pensiun dan menjadi purnawirawan,

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.