Wahai Tuhanku,
maafkan jika aku telah berkarya
tidak sesuai dengan kehendak dan ridho-Mu.
Puisi-puisiku telah mengilhami banyak orang
pada kebaikan dan keburukan.
Tidak menutup kemungkinan karya-karyaku
banyak mengilhami pembaca di jalan kesesatan
bahkan menyusupi pikiran generasi muda di jalan kemaksiatan.
Cinta yang telah kugoreskan
bukanlah cinta dalam arti yang sebenarnya.
Sosok wanita cantik menawan berikut alam raya yang indah
pada hakikatnya hanyalah makhluk dan ciptaan-Mu.
Segala dunia dan seisinya yang selama ini menjadi sasaran
dan tujuan dari ending karya-karyaku
juga hanya ciptaan-Mu semata.
Maafkan aku, Tuhan…
bahwa sejatinya aku harus berkarya untuk mengagungkan
dan membesarkan nama-Mu.
Tetapi mengapa yang mereka sembah
hanyalah benda-benda fana ciptaan-Mu.
Maafkan aku, ya Tuhan…
jika Engkau berkenan aku ikhlaskan semua karyaku
Kau musnahkan atau dibakar saja kertas-kertas itu
ke dalam tungku api neraka,
jika Engkau menghendakinya…. ***
Oleh: Supadilah Iskandar







