Oleh: Babtista Zakarias Siki Dunia merupakan tempat bagi manusia untuk selalu eksis. Manusia masa kini dapat dikatakan mulai dan telah hidup dalam
Tag: Unwira Kupang
Teologi Kontekstual dan Diaspora NTT: Iman yang Bertahan di Tanah Rantau
Oleh: Benediktus Darito Bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), merantau bukan sekadar pindah tempat tinggal, melainkan perjalanan panjang yang membawa harapan, kerinduan,
Kapur Habis Harga Murah
Pagi gelap menunggu honor. Langkah letih menuju sekolah Senyum dipaksa tampak utuh. Perut kosong menyimpan sabar Tumpukan tugas mencuri tidur. Suara murid
Antara Injil dan Adat: Dialektika Teologi Kontekstual di NTT
Oleh: Rifaldinus Afeanpah Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal sebagai wilayah yang memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang sangat kuat. Beragam kelompok etnis
Teologi Minjung dan Perlawanan Terhadap Kemiskinan Desa
Oleh: Silverius Bria Kemiskinan menjadi satu permasalahan yang besar yang dialami setiap negara, kemiskinan menjadi satu tugas berat yang diupayakan pemerintah untuk
PKKMB UNWIRA Kupang 2026: Menumbuhkan Nalar Kritis Membentuk Generasi Penentu Masa Depan Bangsa
Oleh: Thomas Daputra Saradoing Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) merupakan program resmi yang diselenggarakan oleh setiap perguruan tinggi sebagai tahap
Ketika Regulasi Tak Sempat Menyapa Manusia (Catatan Kecil dari Segenap Guru Honorer SMP Rawangkalo)
Oleh: Aloysius Wudi Ada sebuah pemandangan yang barangkali luput dari perhatian banyak orang, tetapi menyimpan luka yang sunyi: seorang guru honorer yang
Api Panggilan di UNWIRA
Oleh: Aprianus Gregorian Bahtera Setiap tahun, dunia kampus selalu menyambut wajah-wajah baru yang penuh harapan dan rasa penasaran. Proses penyambutan itu tidak
Fenomena “Body Shaming” Perspektif Kacamata Adjeksi Julia Kristeva
Oleh: Agustinus Saka Tmaneak Fenomena body-shaming di media sosial telah berkembang menjadi praktik diskursif yang lazim di era digital, khususnya di kalangan
Jangan Biarkan Beton Mengubur Kebijaksanaan Leluhur
Oleh: Matheus Tnopo Setiap kali gempa mengguncang Flores, kita selalu menyaksikan pemandangan yang sama: dinding beton retak, rumah coran roboh, keluarga kehilangan
Pancasila Menjaga Damai Semesta
Pancasila berdiri kokoh mempersatukan bangsa. Menjadi arah langkah seluruh rakyat. Nilainya hidup dalam setiap kebijakan membawa harapan bagi masa depan. Para pemimpin
- 1
- 2
- …
- 34
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.











