Ada semacam ayat baru menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dibuka Presiden Prabowo kemarin. Bunyi ”ayat” itu: “la miftaha wa la yahya”.

Saya satu panggung dengan Ahok kemarin. Di museum suku Hakka di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Ada juga Teuku Azmi Abubakar

Di samping ada Muktamar NU dan seminar kebangsaan oleh paguyuban suku Hakka di Indonesia, hari ini –26 Agustus– adalah ulang tahun emas

Bintang ”muktamar” kali ini dua orang muda: Sumhaji dan Ahmad Reza Ropi. Tambah satu lagi: Sujatmiko, ahli geologi ITB berusia 85 tahun.

Drama besar pelengseran bupati terjadi di Gowa, Sulawesi Selatan. Pekan lalu DPRD setempat secara bulat memakzulkan Bupati Sitti Husniah Talenrang. Saya sebut

Harusnya saya memenuhi undangan eksklusif ini kemarin: expo helikopter di kawasan bandara Cengkareng Jakarta. Ada daya tarik khusus di situ: pesawat buatan

Heran. Soal ”kupas bawang” masih terus mendominasi percakapan jagat maya. Istana pantas sewot. Begitu banyak isu besar yang ingin ditonjolkan sebagai prestasi

Hampir pasti peluang Menteri Agama Prof Dr Nasaruddin Umar tertutup untuk bisa terpilih sebagai ketua umum tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Presiden Prabowo akan jadi Mahathir Mohamad-nya Indonesia? Lihatlah langkah Mahathir di tahun 1981: Malaysia mengambil alih perusahaan perkebunan terbesar Inggris di Malaysia.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.