Pemerintah bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyepakati bahwa belanja negara dalam RAPBN 2027 mencapai Rp4.106,26 triliun dan program Makan Bergizi Gratis
Polsek Baru
Malam-malam Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mungkin malam-malam yang lebih banyak menyendiri. Tanpa dipengaruhi siapa pun. Ia memilah isi 10 buku yang
Mengapa Banyak Civil Society Merasa Dikhianati Rocky Gerung?
Tentang Hak Seorang Intelektual Publik Memilih Posisi Ada saat ketika seseorang tidak kehilangan suaranya, tetapi kehilangan tempat dari mana suara itu dipercaya.
Jumling Suyudi
Ini seperti sambaran petir tanpa mendung dan hujan. Baik pelantikannya sebagai kapolri, maupun apa yang dilakukannya setelah jadi kapolri yang baru: Komisaris
Anatomi Catur Politik Istana: Membaca Pemindahan Papan Komando
Yang diumumkan hampir selalu lebih sopan daripada yang dihitung. Siaran resmi Istana selalu terdengar licin, yaitu pertimbangan penyegaran organisasi, percepatan kinerja, penyelarasan
Bahlil Bahlil
Kabinet kita yang gendut kian tambun saja: ada nomenklatur baru di reshuffle kabinet Merah Putih kemarin. Dibentuk kemenko baru: hilirisasi dan transisi
Jebakan Pemalas, Kenapa Kebaikanmu menjadi Bahan Bakar Kemalasan Orang Lain
Orang yang tidak malas punya 1001 cara untuk hidup, tapi seorang pemalas selalu punya 1001 alasan untuk tetap bermalasan. Awal mula dari
Moral Pusbatara
Sedunia sekeluarga. Wujud nyatanya akan terbangun di kawasan pinggir sungai yang memisahkan provinsi Jabar dan Banten. Tepatnya di Legok. Sekitar satu jam
Tekstil Danantara
Mengejutkan: Danantara akan mendirikan industri tekstil Indonesia. Sulit dipahami: mengapa Danantara mau masuk ke industri yang persaingannya sangat ketat –yang memerlukan efisiensi
Menimbang Konstitusi dan Stabilitas: Mengurai Dilema Diskualifikasi Wakil Presiden
Dalam hukum tata negara, biaya terhalus yang sering tak terhitung bukanlah angka di atas kertas anggaran pemilu, melainkan tingkat kepercayaan publik terhadap
Membereskan Kekacauan Negara Indonesia
Kita tidak kekurangan orang yang ingin berkuasa. Kita kekurangan pemimpin yang tahu untuk apa kekuasaan diberikan. Terlalu banyak yang memburu kemenangan pemilu,
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- …
- 19
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.











