(Instalasi: meja kerja, laptop/mesin ketik, arit, pacul, kambing, sesek bambu,sepeda unto)Meja kerja menampung bunyi ketukan,setiap huruf jatuhseperti benih yang dilempar ke tanah.Mesin
Perkawinan
(Instalasi: ranjang, nakas, lampu tidur, bunga melati dan mawar merah)Di ranjang itu,dua bantal saling menatap dalam diam—tak pernah tidur, tak pernah benar-benar
Percintaan
(Instalasi: meja bulat, kursi, lilin, bunga, kain putih)Di meja bundar ini,kita duduk berhadapanseperti dua cermin yang saling lupa wajah.Lilin itu meleleh pelan,menyisakan
Purnama Merah di Langit Jakarta
Di antara amuk dan sumpah kebinatangan kepada yang pantas menyandang,Seorang lelaki disemai debu berdiri dengan niat kotak nasi.Di antara jiwa-jiwa yang lelah
Kepada Pejuang yang Telah Gugur
Wahai ruh para pahlawan yang telah gugur,demi tanah yang berlumur darahhingga laut yang berlumur doa-doa,kami memanggil namamu:nama yang tak lagi sekadar nama,melainkan
Tak Ada Keadilan di Pasar Malam
Di pasar malam, keadilan dijual murahdi kios sebelah boneka dan permen kapas.Lampu warna-warni menyilaukan mata pembelihingga mereka tak sadar telah membeli tiranidengan
Monumen Tengah Jalan
Monumen yang terbuat dari batu hitambertuliskan nama-nama yang dibungkam.Setiap pejalan yang lewat, memalingkan mukaseolah pahatan itu sekadar hiasan musim.Hujan menitikkan air mata
Monolog dalam Kabut
Kami terlahir dari koneksi Wi-Fi dan warisan luka.Membaca sejarah dari layar retak,dan menulis masa depan dengan jempol jariKami bukan bodoh, hanya dibesarkandalam
Surat dari Ibu Pertiwi
Aku ini tubuh yang dipetak-petak,dipahat atas nama cinta dan tambang.Anak-anakku menciumku dengan sepatu proyek dan menyebutnya pembangunan. Dulu, aku mengajari kalian mengeja
Lantai Sejarah yang Disapu
Aku adalah waktu.Aku tak berwajah,tapi aku pernah berdiri di belakang Soekarnodan menyaksikan kata “merdeka”lahir seperti api yang jatuh dari angkasa.Aku juga pernah
Di Bawah Langit yang Pernah Terbakar
(Suara tanah yang menyimpan jejak Proklamasi) Langit waktu itu tidak biruia merah seperti dada yang disobek janji.Tanahku, belum sempat mekar mewangidisulut arwah
- Sebelumnya
- 1
- …
- 6
- 7
- 8
- …
- 10
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.











