Kepada Pejuang yang Telah Gugur

oleh -1275 Dilihat
banner 468x60

Wahai ruh para pahlawan yang telah gugur,
demi tanah yang berlumur darah
hingga laut yang berlumur doa-doa,
kami memanggil namamu:
nama yang tak lagi sekadar nama,
melainkan gema yang menyatu dalam sukma,
dalam hujan, di tanah air yang telah engkau bebaskan.
Setiap gugurmu adalah benih,
yang tumbuh menjadi pohon kebebasan
di halaman hati kami.
Tetes darahmu adalah tinta,
yang menulis Indonesia pada lembaran sejarah.

Tetapi dengarlah, wahai ruh para pejuang:
bumi yang kau perjuangkan, kini terengah-engah,
hutan-hutan telah dipangkas paksa,
sungai disumpal dengan limbah keserakahan,
langit biru negerimu dipaksa menelan asap hitam,
dan manusia menukar nuraninya dengan uang recehan.
Apakah ini tanah yang kau titipkan?
Apakah ini cita-cita yang kau perjuangkan,
dengan darah yang tak sempat kering dari luka?

Wahai ruh para pahlawan
kami menyaksikan, negerimu direbut paksa
bukan dengan senapan senjata,
tapi dengan ketamakan yang menjelma aturan-aturan.
Kami menyaksikan saudara melawan saudara,
karena perbedaan warna, perbedaan keyakinan,
yang seharusnya perbedaan menjadi keindahan.
Di jalan-jalan, kami mendengar jerit lapar;
di gedung-gedung, kami melihat pesta pora.
Keadilan menjadi pengemis, menengadahkan tangan di depan pintu istana,
sementara kibar kebenaran diturunkan dari tiangnya.

Namun, di balik duka itu,
kami menyimpan bara kecil yang tak akan padam.
Bara itu adalah doa para ibu di sepertiga malam,
adalah tekad petani yang tetap menanam meski harga panen jatuh,
adalah langkah nelayan yang tetap berlayar meski ombak menerjang
Bara itu adalah keberanian anak-anak negeri
yang menolak menyerah pada nasib.
Bara itu adalah harapan para guru,
yang menyalakan cahaya di ruang-ruang kelas.

Wahai ruh para pahlawan,
izinkan kami melanjutkan pertempuran:
bukan dengan senjata,
tetapi dengan kejujuran yang menebas dusta,
dengan persaudaraan yang meluluhkan prasangka,
dengan rasa cinta tanah air yang menolak digadaikan.
Indonesia adalah janji,
janji yang kau titipkan di pusara,
janji yang harus kami tebus
dengan akal yang jernih,
dengan hati yang bersih,
dengan tangan yang tak lelah bekerja.
Wahai ruh para pahlawan yang telah gugur,
dalam tubuh kami, masih berdenyut sumpahmu:
bahwa kemerdekaan bukanlah sebuah akhir,
tetapi awal dari perjalanan panjang
menuju negeri yang adil sejahtera,
bagi seluruh rakyat Indonesia.
Merdeka! merdeka! merdeka!!!

29 Agustus 2025

Oleh: Fileski Walidha Tanjung

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.