Hutan menahan napas seperti nabi yang ditinggalkan umatnya, daun-daun berbisik dengan lidah hijau yang mulai menghitam. Kemarahan tumbuh tanpa suara, seperti akar

Meja rapat mengunyah jam seperti rahang telik sandi yang kehilangan lidah, kesetiaan berjamur di ketiak jas, berbau seperti doa yang dipalsukan. Kursi

Aku berdoa seperti sungai kecil yang lupa arah di bawah bayangan katedral Notre-Dame yang batu-batunya berdehem, menahan abu sejarah. Sajadahku terbuat dari

Kematian bukan akhir,ia jeda—seperti koma panjangdi antara dua kalimat tak selesai. Tubuh dikembalikan ke tanahseperti buku perpustakaanyang terlalu sering dipinjam nafsu. Di

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.