(Instalasi: ranjang, nakas, lampu tidur, bunga melati dan mawar merah)
Di ranjang itu,
dua bantal saling menatap dalam diam—
tak pernah tidur, tak pernah benar-benar terjaga.
Sprei kasur terlipat seperti rahasia malam
yang hanya bisa dibuka oleh dua tangan
yang saling percaya pada janji.
Nakas itu menopang lampu temaram,
menyalakan cahaya kecil yang menguping bisikan
di antara sela rintihan malam.
Melati jatuh satu persatu,
dan mawar merah meletup seperti darah.
Dua bunga itu berbicara dalam bahasa yang sama:
“cinta selalu wangi,
tapi kadang wanginya bisa menusuk pedihnya hati.”
Perkawinan adalah upacara panjang
antara kesetiaan yang menua
dan cinta yang terus belajar menjadi muda.
September 2025
Oleh: Fileski Walidha Tanjung







