Antara Minggu Palma hingga Paskah Di sebuah padang waktu,seekor domba berserah pada angin,menyimpan ayat di bulunya,menangisi bayang yang dicuri masa lalu.Ia bukan
Tag: Fileski Walidha Tanjung
Lelaki Korea dalam Bayang-Bayang Realitas Sosial
Dalam “Simulacra and Simulation”, Jean Baudrillard menyatakan bahwa dalam masyarakat pascamodern, representasi bisa melampaui kenyataan dan bahkan menggantikannya. Apa yang kita konsumsi
Poligami, Kekerasan Berwajah Religius yang Menyisakan Luka
Dalam bukunya The Veil and the Male Elite, Fatima Mernissi menyatakan bahwa sejarah Islam bukan hanya sejarah wahyu, tetapi juga sejarah tafsir.
Panggung Goyang Bu Salsa: Legitimasi Sensasi di Atas Etika
Di tengah gelombang deras era informasi, media seharusnya menjadi mercusuar etika dan intelektualitas publik. Namun, ketika layar kaca justru menjadi cermin kusam
Lebaran Kosong-Kosong dengan Tradisi Kaos Oblong
“Di zaman yang semakin materialistis ini, kita lebih sering membeli barang-barang yang tidak kita butuhkan, dengan uang yang tidak kita miliki, untuk
Waktu Melaju Tak Pernah Menunggu
Puisi Lebaran Aku adalah detik yang terus berlari,menghitung nafasmu satu per satu,mencatat doamu yang lirih di sepertiga malam,menunggu di persimpangan takdir.Detik-detik menuju
Kafe sebagai Agora yang Hilang: Ritual Nongkrong dan Krisis Diskursus
Sore yang cerah di sudut kota. Seorang mahasiswa mengetuk-ngetukkan sendok ke gelas kopinya, sementara teman-temannya sibuk dengan layar ponsel. Asap rokok melayang-layang
Agama dan Warisan Budaya: Menjaga Tradisi atau Terjebak Dogma?
Dalam sebuah pernyataan yang penuh daya gugah, Buya Syakur mengajak kita untuk melihat ibadah haji dari sudut pandang yang lebih profan. Bahwa
Parlemen Sunyi Riuh di Jalanan
Di dalam gedung, para wakil rakyat duduk,tapi yang bicara adalah angka dalam rekening.Mereka berdebat tentang masa depan,tapi masa depan sudah digadaikan sejak
Perampasan Tanah, Absennya Perampasan Aset dan Hukum yang Luka
“Pak kenapa ya sekarang ini perampasan tanah dan lahan semakin sering dilakukan aparatus negara? Kenapa bukan perampasan aset para koruptor saja yang
Hantaman Meteor pada 2029: Apakah Ramalan atau Realitas Masa Depan
Esai ini adalah fiksi ilmiah yang diilhami dari sebuah mimpi. Bukan sekadar narasi spekulatif, melainkan sebuah eksplorasi atas bagaimana mitos, sejarah, dan
- Sebelumnya
- 1
- …
- 4
- 5
- 6
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.










