Di dalam gedung, para wakil rakyat duduk,
tapi yang bicara adalah angka dalam rekening.
Mereka berdebat tentang masa depan,
tapi masa depan sudah digadaikan sejak semalam.
Di luar, rakyat berteriak di jalan,
menggunakan internet sebagai megafon.
Mereka memanggil nama-nama yang tak akan menjawab,
karena mereka sudah terlalu tinggi di menara gading.
Bagong mendengar semuanya.
Ia tahu, satu kata bisa membuatnya jadi pahlawan,
atau menghantarnya ke jurang kegelapan.
Di persimpangan ini,
jalan mana yang harus dipilih?
Di negeri yang selalu bertanya,
kadang jawaban hanyalah sunyi.
Maret 2025
Oleh: Fileski Walidha Tanjung






