Sunyi yang ditaburkannyaterus saja merambat dalam gelapakar-akarnya menembusi tinggi gedungsibuk mencari ruang-ruang yang dapat diisitapi tak mereka temukan apapunkecuali rel-rel panjang dan

Tuan, kami begitu rindutanganmu yang hangat memeluk tubuh mungil kamidan merebahkan segala lelah di gendonganmusebab kekar lengan kota semakin jalang berbuatmembanting tubuh

Kota ini telah begitu lama menuaserupa kuil yang kian kusam dan merapuhdan janji kita ikut melapuk didalamnyamenyatu dengan warna lumut, gangga, dan

Ingin ku pesan sebuah tiket perjalanandengan tujuan ke kota amnesiaagar di setiap jalan yang kita laluidapat perlahan kita buang apa sajaentah itu

Pukul 03 PagiPada sunyi paling lengangingatanmu nyalang menyalamemantulkan ulang siluet kenanganwajah-wajah hangat dan hari-hari silamyang dulu begitu akrab dengan namamubertamu dengan senyum

Bila sajasecangkir kopi inimenyimpan riuh gelombangtetap akan kubancuhpada malam yang sepi Bayangan rembulan mengaburmembiarkan kesendirianlarut dibuai dinginlantas memelukkutiada tangisan lagihanyalah rintik hujansemakin

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.