Kota ini telah begitu lama menua
serupa kuil yang kian kusam dan merapuh
dan janji kita ikut melapuk didalamnya
menyatu dengan warna lumut, gangga, dan amuba
sedangkan kita ingin agar setiap keinginan menjadi paripurna
Perjalanan ini memang penuh misteri kekasih
banyak keganjilan juga kemujuran tak terpahami
sampai sering kita melemparkan tanya tanpa jawaban :
mengapa takdir seperti air laut yang pasang surut begitu cepat?
hingga tak sempat dimengerti kapan telapak kaki ini mengering
Pun juga pada janji-janji yang kita buat
mereka seperti kawanan merpati atau camar
yang datang dan pergi tanpa permisi
lantas, kita hanya punya jawaban kecil
bahwa cuacalah yang mengatur penerbangan mereka
tanpa kita tahu seperti apa jawaban sebenarnya
Bila pada akhirnya, kita gagal menambatkan
janji-janji kita ke jantung hati dermaga
maka, akan kutulis untukmu
sebuah surat kepada sang waktu
supaya esok hari bila kita bereinkarnasi
tidak ada yang lupa kita penuhi
Surakarta, September 2025
Oleh: Thomas Elisa







