Sunyi yang ditaburkannyaterus saja merambat dalam gelapakar-akarnya menembusi tinggi gedungsibuk mencari ruang-ruang yang dapat diisitapi tak mereka temukan apapunkecuali rel-rel panjang dan

Tuan, kami begitu rindutanganmu yang hangat memeluk tubuh mungil kamidan merebahkan segala lelah di gendonganmusebab kekar lengan kota semakin jalang berbuatmembanting tubuh

Kota ini telah begitu lama menuaserupa kuil yang kian kusam dan merapuhdan janji kita ikut melapuk didalamnyamenyatu dengan warna lumut, gangga, dan

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.