Sunyi yang ditaburkannyaterus saja merambat dalam gelapakar-akarnya menembusi tinggi gedungsibuk mencari ruang-ruang yang dapat diisitapi tak mereka temukan apapunkecuali rel-rel panjang dan
Tag: Thomas Elisa
Kepada Tuan
Tuan, kami begitu rindutanganmu yang hangat memeluk tubuh mungil kamidan merebahkan segala lelah di gendonganmusebab kekar lengan kota semakin jalang berbuatmembanting tubuh
Kalender Basah, Mengenang Affan Kurniawan
Kalender kami kembali basahbukan oleh derai hujan Agustusataupun sapuan mata air sungaimelainkan oleh campuran harumkeringat dan darahmu yang menggenangmemenuhi ruang nyata dan
Promise
Kota ini telah begitu lama menuaserupa kuil yang kian kusam dan merapuhdan janji kita ikut melapuk didalamnyamenyatu dengan warna lumut, gangga, dan
Melupakan
Ingin ku pesan sebuah tiket perjalanandengan tujuan ke kota amnesiaagar di setiap jalan yang kita laluidapat perlahan kita buang apa sajaentah itu
Pukul 03 Pagi
Pukul 03 PagiPada sunyi paling lengangingatanmu nyalang menyalamemantulkan ulang siluet kenanganwajah-wajah hangat dan hari-hari silamyang dulu begitu akrab dengan namamubertamu dengan senyum
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

