Riuh dalam Sunyi

oleh -583 Dilihat
banner 468x60

Malam tak pernah sekeras ini. Tapi sunyi—terlalu kejam untuk dibiarkan sendiri.

Aku bertanya pada gelap: apakah aku memang tak pernah cukup baik, atau hanya terlalu bodoh berharap lebih dari cinta yang sejak awal tak berniat menetap?

Aku pernah menjadi dunia bagi seseorang. Lalu, dengan mudahnya, ditinggalkan seperti serpihan debu yang menempel di bahunya terlalu lama. Dibuang tanpa ragu, tanpa menoleh.

Jika cinta adalah Rumah, kenapa aku selalu menjadi pintu yang mereka lewati tanpa niat untuk tinggal?

Jika aku benar-benar berharga, kenapa setiap kisah berakhir dengan AKU-YANG-KALAH?

Malam ini tenang, tapi pikiranku riuh mengulang pertanyaan yang tak butuh jawaban:

Aku tak pernah layak, atau cinta memang hanya sebuah lelucon kejam yang kebetulan memilihku sebagai bahan tertawaan.

Oleh: Sabila Sasi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.