Konflik yang dipicu negeri adidaya bagaikan bumerang dan senjata makan tuan.
Mereka sulit menemukan upaya diplomatik, karena dusta dan kebohongan yang kian menebal serta drama yang dibuat-buat oleh dirinya sendiri.
Keangkuhan dan kesombongan mereka membuat ekonomi global semakin tak menentu.
Tak adanya jalan keluar yang jelas, hingga menjebak kekuatan besar dalam siklus eskalasi.
Kenaikan biaya energi dan kendala pasokan memaksa kita agar menimbang kembali ketergantungan pada jaringan perdagangan global agar berusaha beralih ke sektor produksi lokal.
Prabowo dan sebagian bangsa yang terlena dan bergantung pada kekuasaan adidaya harus berani jujur dan berputar haluan mengevaluasi strategi pertahanan dalam lingkungan geopolitik yang lebih manusiawi.
Kini, semua bangsa akan semakin terdampak, tergantung siapa yang paling tangguh dan siap untuk berinovasi dan beradaptasi.
Dan yang terpenting, harus selalu terkoneksi pada keagungan Sang Ilahi sebagai Sang Penggenggam jagat makro dan jagat mikro dalam tubuh-tubuh kita. []
Oleh: Hafis Azhari
Penulis adalah Peneliti historical memory, juga penulis novel Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten






