Wahai Anakku, sesungguhnya bangsa ini tak ubahnya masyarakat Jahiliyah di era Muhammad, yang masih sibuk menyembah berhala-berhala dalam bentuk benda pusaka, dewa-dewi

Ajaran panteisme, monisme, maupun sufisme ekstrim, bisa dibenarkan dalam negara kebangsaan, meskipun tidak dinilai baik dalam pandangan agama Islam. Sebab, ketika sang

Kususuri sepanjang pantai indah di daerah Anyer dan Carita yang masih tergenang air laut karena tsunami dan meletusnya Anak Krakatau. Kulihat orang-orang

Tidak jarang ulama, pendeta, maupun tokoh agama di republik ini yang merasa dirinya telah mendapat mandat sebagai Santo atau Waliullah. Padahal, mereka

Banyak sekali luka-luka sejarah yang ditorehkan pada diri Rasulullah, baik dari kaum musyrikin Qurays, kaum Thaif, hingga komunitas Yahudi di Madinah. Dalam

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.