Apa yang harus kutuliskan setelah puluhan tahu melanglang buana dengan kata berkeluh kesah menulis bait-bait puisi tentang para penguasa yang dungu dan

Seorang elit politik merasa kewalahan karena ditantang debat oleh seorang seniman kawakan yang selama puluhan tahun menjadi idola rakyat jelata. Sang elit

Puluhan tahun aku berjuang bersama rakyat marjinal, mereka yang terpojok dan terpinggirkan. Ribuan kata dan kalimat telah kugoreskan dalam bait-bait puisi indah

Kali ini saya memberi tugas anak-anak kelas 3A agar membawa pohon berikut potnya, supaya mereka mengerti bagaimana pohon bisa hidup dan tumbuh

“Ini pohon ajaib, bentuknya seperti kaktus tapi daunnya mirip dengan lidah buaya,” demikian kata Ayah sambil menyodorkan pohon itu di sebuah pot

Marto Gunawan kini sudah meninggal dunia. Tak seorang pun tahu penyebab kematiannya, termasuk para keluarga dan saudara-kerabatnya. Hanya seorang pembantunya yang bernama

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.