Kota ini telah begitu lama menuaserupa kuil yang kian kusam dan merapuhdan janji kita ikut melapuk didalamnyamenyatu dengan warna lumut, gangga, dan

Ingin ku pesan sebuah tiket perjalanandengan tujuan ke kota amnesiaagar di setiap jalan yang kita laluidapat perlahan kita buang apa sajaentah itu

Pukul 03 PagiPada sunyi paling lengangingatanmu nyalang menyalamemantulkan ulang siluet kenanganwajah-wajah hangat dan hari-hari silamyang dulu begitu akrab dengan namamubertamu dengan senyum

Bila sajasecangkir kopi inimenyimpan riuh gelombangtetap akan kubancuhpada malam yang sepi Bayangan rembulan mengaburmembiarkan kesendirianlarut dibuai dinginlantas memelukkutiada tangisan lagihanyalah rintik hujansemakin

(Instalasi: meja kerja, laptop/mesin ketik, arit, pacul, kambing, sesek bambu,sepeda unto)Meja kerja menampung bunyi ketukan,setiap huruf jatuhseperti benih yang dilempar ke tanah.Mesin

(Instalasi: ranjang, nakas, lampu tidur, bunga melati dan mawar merah)Di ranjang itu,dua bantal saling menatap dalam diam—tak pernah tidur, tak pernah benar-benar

(Instalasi: meja bulat, kursi, lilin, bunga, kain putih)Di meja bundar ini,kita duduk berhadapanseperti dua cermin yang saling lupa wajah.Lilin itu meleleh pelan,menyisakan

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.