Mengendarai kereta kuda awan hitam
musim hujan datang—
membasahi setiap bekas kaki
yang tergambar di atas kegersangan
bahkan sampai ke perkampungan kecil
—Fulan Fehan.
Semua jalanan sempit di sana
berpegang erat
pada heningnya air terjun
—Siata Mauhalek
seperti anak-anak
yang kelaparan dan pingsan
rajin menggigit puting susu ibu mereka
yang kurang deras
dengan air mata yang jatuh
menembusi setiap rongga tanah.
Musim hujan datang
dan mengetuk dengan keras
tangan anak-anak yang kurus dan sakit-sakitan
membuka gerendel pintu dan jendela
penuh ketakutan.
Atambua, 17 Juni 2026
Oleh: Silvester Kiik







