Seorang mantan presiden telah mengerahkan daya dan upaya, menunjuk puteranya agar meneruskan estafet, kemudian mengajaknya ke beberapa kiai sepuh agar mendoakan dan mengabulkan permintaannya.
Harta dan kekayaan telah dikorbankan.
Upaya berkhalwat dan bersemedi telah dilaksanakan.
Orang tua telah merestuinya dengan tulus, mahar untuk mengantarkannya menjadi penguasa telah selesai ditunaikan.
Namun, Tuhan telah menggagalkan rencananya, di saat terbukti penembakan seorang Hakim Agung, dialah yang memberi perintahnya. ***
Oleh: Ahmad Rafiuddin
(Pengasuh Pesantren Tebuireng 09, Banten, penulis buku Marwah Pesantren, juga penulis esai dan puisi di berbagai media nasional luring dan daring)







