Kapur Habis Harga Murah

oleh -15 Dilihat
banner 468x60

Pagi gelap menunggu honor. Langkah letih menuju sekolah

Senyum dipaksa tampak utuh. Perut kosong menyimpan sabar

Tumpukan tugas mencuri tidur. Suara murid tetap dipeluk

Tenaga habis dianggap biasa. Pengabdian murah dipuji pidato

Rapat panjang tanpa kepastian. Janji pejabat tinggal baliho

Nama guru dipakai Kampanye. Nasibnya tenggelam setelah pemilu

Hujan deras pulang berjalan. Sepatu robek tetap dipakai

Mereka mendidik masa depan. Namun hidupnya terus diremehkan

***

Pesan dari puisi ini adalah Guru honorer telah memberikan waktu, tenaga, dan kesabaran demi masa depan anak-anak, tetapi kehidupan mereka sering tidak dihargai dengan layak.

Jangan hanya memuji pengabdian guru, tetapi juga peduli pada kesejahteraan hidup mereka.

Pendidikan akan sulit maju jika orang yang mendidik terus hidup dalam perjuangan dan ketidakpastian.

Oleh: Aprianus Gregorian Bahtera
(Mahasiswa Fakultas Filsafat UNWIRA Kupang
)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.