Andai aku punya sebidang tanah
aku akan membangun gubuk
dengan meminjam beberapa batu bata dari tukang tembikar
tetapi satu-satunya yang kurang dariku adalah bambu.
Ia menjelaskan dan aku terus bertanya-tanya
andai saja aku punya beberapa bambu untuk diberikan kepadanya
ia bisa meminjamkan batu bata
untuk sebuah gubuk kecil yang cantik bisa saja dibangun
hanya saja dia tak punya tanah.
Lalu kami memandangi laut, langit, dan bumi yang tak berujung
ketiganya bukan milik siapa pun
karena itu kami berseru dengan suara nyaring:
“ini laut kita, langit kita, bumi kita”.
Kita tak mungkin memiliki ketiganya
di tangan, mata, atau lengan kita
kita juga tak mungkin menjual sebagian lautan
dan sepotong langit atau bumi.
Ini adalah cara kita
menjadi penguasa atas ketakterhinggaan
ia tak punya tanah
dan aku tak punya bambu.
Atambua, 17 Juni 2026
Oleh: Silvester Kiik







