Mengendarai kereta kuda awan hitammusim hujan datang—membasahi setiap bekas kakiyang tergambar di atas kegersanganbahkan sampai ke perkampungan kecil—Fulan Fehan. Semua jalanan sempit

Arunika; engkau datang bagai seorang darwis tua mengetuk pintu langit lalu menyucikan cahaya yang jatuh di pundak bumi dan menaburnya dengan sabda-sabda

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.