Luka yang Mereka Gali Sendiri

oleh -700 Dilihat
banner 468x60

Di tanah ini janji sering tumbuh tanpa akar

Kata mereka manis, tapi tangan penuh siasat liar

Rakyat menunggu cahaya dari pintu yang benar

Namun gelap turun lagi oleh tamak yang berputar

Mereka duduk tinggi di kursi yang bukan miliknya

Mengambil lebih dari hak yang dijaga rakyatnya

Tiada kilau emas yang bisa sembunyikan dustanya

Korupsi hanya meninggalkan jejak hampa dan nestapa

Setiap lembar uang yang dicuri adalah napas yang lelah

Suara ibu menahan lapar, anak menunggu sekolah

Negeri ini tidak miskin, hanya dicabik oleh salah

Yang lupa bahwa jabatan bukan tempat menyimpan megah

Keadilan mungkin lambat, tapi langkahnya tak pernah padam

Kebenaran mencari celah di balik tirai yang kelam

Saat topeng jatuh, dunia melihat wajah yang suram

Karena kuasa tanpa moral hanyalah bayang yang tenggelam

Semoga tanah ini belajar dari luka yang berulang

Bahwa negara kuat saat nurani tetap menjulang

Dan koruptor, cepat atau lambat, akan ditulis sebagai ruang

Tentang keserakahan yang menjauhkan bangsa dari terang

Oleh: Aprianus Gregorian Bahtera

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Filsafat Unwira Kupang

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.