Jika nenek moyang kita pernah melakukan kejahatan dengan merebut dan mengambil-alih kekuasaan, serta berani menggulingkan kepemimpinan yang sah, maka watak dan tabiat itu akan mengalami turun-temurun kepada anak-cucu sebagai ahli warisnya secara genetik.
Sifat-sifat tamak dan serakah juga bermutasi dan menorehkan jejak dari waktu ke waktu.
Kecuali jika Anda berani memutus matarantai karma leluhur, mengakui kesalahan dan kekhilafan para orang tua, serta berupaya untuk mengadakan muhasabah dan introspeksi diri.
Maka energi-energi negatif akan berganti dengan energi positif.
Sebab, hanya anak-anak saleh dan ilmu yang bermanfaat, serta amal-amal baik yang tersembunyi, kelak dapat menepis dan menghilangkan karma-karma buruk dalam kehidupan kita semua. (*)
Oleh: Supadilah Iskandar
Penulis adalah penggiat sastra milenial Indonesia, menulis puisi dan prosa di berbagai media nasional, luring dan daring







