Frekuensi Iblis

oleh -49 Dilihat
banner 468x60

Di tengah kegelapan malam yang pekat, manusia akan bicara jujur apa adanya, perihal nasibnya serta luka yang menimpa dirinya, bahkan rasa frustasi yang sedang menghinggapinya.

Mereka dapat saja menyendiri dan berkhalwat di Goa Hira, Goa Maria, Bukit Kemukus, Bukit Thursina maupun Gunung Kawi.

Manusia dapat saja melontarkan segala hasrat, keinginan dan cita-citanya, bergantung dari apa yang hendak dicapainya.

Jika Anda terobsesi menjadi seorang penguasa, apakah Anda bercita-cita meluruskan dan membenahi peradaban umat?

Ataukah sekadar mementingkan hasrat kekayaan yang bersifat materialistik belaka?

Jika pilihan kedua yang Anda torehkan, tidak menutup kemungkinan Anda sedang berada dalam frekuensi yang sama dengan setan dan Iblis, yang hanya mementingkan urusan duniawi sambil menggadaikan negeri akhirat yang bersifat abadi dan sejati. (*)

Oleh: Hafis Azhari

(Penulis novel Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.