Di akhir zaman ini, semakin berseliweran suara-suara kebenaran dari berbagai penjuru bangsa, agama dan kepercayaan manusia. Namun demikian, suara-suara kebenaran itu pada akhirnya bersifat semu, fana dan sementara.
Tak ada kebenaran yang bersifat abadi dan sejati, kecuali hanya produk pikiran dan ingatan manusia yang terbatas, sarat kekurangan dan kekhilafan.
Ya, pada akhirnya tak ada bisikan-bisikan yang memiliki kekuatan sanad maupun nasab, kecuali kebenaran yang bersumber dari para Nabi dan Rasul, kemudian mengejawantah ke dalam ayat-ayat Al-Quran, serta diteladani oleh jejak-langkah kehidupan Rasulullah Saw. (*)
Oleh: K.H. Ahmad Rafiuddin
Pengasuh Ponpes Tebuireng 09 (Nurul Falah), di Desa Pasirmalang, Rangkasbiutng, Banten, juga penulis buku best seller “Marwah Pesantren” (2024).






