Jejak langkah kehidupan Bunda Maria, yang tekun berdoa di mihrab Baitul Maqdis, agar dianugerahi ketakwaan yang mantap, selayaknya menjadi teladan kita semua.
Doa-doa Bunda Maria seakan mengantisipasi zaman, ketika suatu saat nanti di tengah kegalauan hati setiap generasi dari keturunan Nabi Ibrahim terhempas amukan fitnah zaman yang semakin sulit ditanggulangi.
Saat ini, kita sedang merasakan semua itu, hendaknya kita berdoa dengan khusyuk, menitipkan dzuriyah dan keturunan kita pada pengawasan dan perlindungan Allah, karena segala sesuatu yang tak mampu kita kendalikan benar-benar sepenuhnya berada dalam pemeliharaan Tuhan.
Yang tak pernah alpa dan khilaf sedetik pun terhadap lembaran daun kering dan basah yang terjatuh di kegelapan malam.
Dia-lah Yang dan Memberi Resiko bagi setiap sel dari miliaran sel-sel dalam jagat mikro tubuh kita, bahkan hanya Dia-lah…
Yang Maha Membolak-balik hati kita semua. (*)
Oleh: Ahmad Rafiuddin








