Cerita Esther Meilany Siregar dari Nduari Ende

oleh -1852 Dilihat
banner 468x60

Di Ende, pagi-pagi kami menuju desa Nduaria, Kecamatan Kelimutu atas undangan khusus Mosalaki Pu’u, Bonivasius Kaki Ndopo untuk mengikuti Upacara Adat Pire. Di sini kami merasa bahagia mengenal lebih dekat adat dan budaya desa Nduaria yang perlu dikembangkan dan dilestarikan menjadi desa/kampung adat. Luar biasa.

Kami diajak untuk menari di atas dan wajib memakai kain tenun sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur di tanah itu. Kami diberi kain tenun dan memakainya. Upacara Adat Pire ini sebenarnya puncaknya besok tanggal 16 Oktober.

Ritual adat Pire dilaksanakan sebagai bentuk syukur dan permohonan pada para leluhur sebelum membuka lahan baru. Senang sekali berlama-lama di tempat ini dengan udara yang sejuk, disuguhkan kopi hitam buatan Mosalaki itu sendiri yang wanginya khas sekali. Suka banget dan perlu dikembangkan karena kami penyuka kopi.

Dari desa Nduaria, kami lanjut menuju desa Wologai Tengah, Kecamatan Detusoko. Di sini kami mendapat penyambutan unik, tarian Ibu-Ibu diiringi tiupan suling yang terdengar indah sekali. Mereka semua menyambut kami sambil menari berjalan mundur dengan jalan menanjak menuju lokasi kampanye. Waduh “Tidak mudah” komen Cagub NTT Brigjen TNI Simon Petrus Kamlasi menyampaikan kesannya terhadap Ibu-Ibu yang menari sambil berjalan mundur dengan medan jalan menanjak, saat orasinya. Luar biasa Ibu-Ibu ini.

Usai kampanye di desa Wologai Tengah, kami menuju Aula Onekore di kelurahan Pa’u Pire, Kecamatan Ende Tengah. Tidak banyak yang hadir di aula ini karena alasan keterlambatan kedatangan kami jadi banyak yang sudah pulang. Tapi tidak apa-apa karena walau sedikit yang hadir ternyata efektif dan mereka semua menyimak orasi SPK dengan adanya tanggapan dan pertanyaan yang dilontarkan.

Buatku, aku lebih suka bila setiap kehadiran suamiku sebagai Cagub NTT, banyak orang bertanya agar semakin banyak orang tahu apa yang menjadi motivasi sesungguhnya suamiku ini sampai rela melepaskan bintangnya dan bagaimana keinginanku yang tadinya ingin sekali menjadi Ibu Pangdam harus pupus dengan pengunduran suamiku ini.

Mungkin buat orang sepele melihat pengorbanan ini tetapi buat kami kalau bukan karena pelayanan untuk kemanusiaan, tentang nasib hidup orang banyak dan lain-lain, rasanya perlu pikir seribu kali karena baru saja kemarin merasakan Bintang 1 kok sudah pensiun ? Terkadang sering bertanya, “Ya Tuhan apa sesungguhnya yang Kau inginkan untuk kami taati. Apakah kami sanggup?”

Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah. Menjadi pemimpin, baik dan buruk keputusan yang diambil akan ada caci maki di kemudian hari. Aku tahu ini karena membaca kisah Nabi Musa yang dia sudah membawa keluar bangsa Israel dari perbudakkan di tanah Mesir, tetap saja bangsa Israel bersungut-sungut dan marah padanya.

Ya Tuhan apabila suami kami dipercaya, berikan kami hati seluas samudera untuk tetap kuat menjadi pemimpin yang Kau urapi. Amin.

Dari situ perjalanan selanjutnya menuju Ponpes Wali Sanga di kelurahan Bongawani, Kecamatan Ende Selatan. Ponpes yang luar biasa dimana dibantu juga oleh Pastor untuk mengajarkan keterampilan pada anak-anak yatim piatu di sana. Toleransi antar agama yang sungguh luar biasa di Ende ini.

Usai meninjau Ponpes Wali Sanga, kami menuju Pasar Bongawani untuk melaksanakan Tatap Muka dengan komunitas Islam di Ende. Sambutan dan antusias yang luar biasa untuk Paket Siaga. Komunitas Muslim selama kunjungan kami ini yang aku lihat sangat solid, penuh semangat dan antusiasmenya tinggi. Salut banget benar-benar menyala di setiap kunjungan kami. Siaga Nomor 3 !!!

Dari sini aku dan anak memutuskan tidak ikut ke desa Maunggora, Kecamatan Nangapanda. Kami kembali ke hotel persiapan untuk besok ke Nagekeo. Luar biasa lelahnya sekaligus bahagia karena semua acara berjalan dengan baik dan lancar. Puji Tuhan terima kasih Tuhan.

Ende, 14 Oktober 2024

Oleh: Esther Meilany Siregar / Istri Simon Petrus Kamlasi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.