Melki-Johni Bikin Sejarah Baru

oleh -3113 Dilihat
banner 468x60

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johanis Asadoma (Melki-Johni) berhasil menorehkan sejarah baru. Pasalnya, dalam dunia perpolitikan lokal NTT kedua figur merupakan orang pertama dari daerah asalnya masing-masing yaitu Ende dan Alor yang baru pertama memimpin provinsi kepulauan itu.

Pasangan Melki-Johni berhasil meraih kemenangan dalam Pilkada Serentak yang pertama kali digelar tahun 2024 di seluruh wilayah Indonesia. Melki-Johni memperoleh satu juta lebih suara dan sudah ditetapkan KPU pekan lalu sebagai pemenang meskipun ditengah rendahnya partisipasi pemilih 68 persen. Namun, dua kompetitornya sudah mengucapkan selamat dan tidak ada intrik politik lanjutan.

Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya dan kini waktunya Melki-Johni berbuat untuk NTT yang lebih maju dan sejahtera berkeadilan. Mengandalkan kemampuan mengajak semua komponen masyarakat untuk bersama-sama bekerja membangun NTT tanpa sekat politik.

Mengusung slogan bernada mengajak “Ayo Bangun NTT” pasangan Melki-Johni bakal mengukir sejarah dengan karya yang mengharumkan nama NTT di kancah nasional dan internasional, lima jutaan rakyat menanti penuh harap bisa keluar dari zona merah kemiskinan, stunting dan ketertinggalan dalam berbagai sektor lainnya.

Setidkanya ada empat agenda prioritas yaitu, pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan sosial, pembangunan SDM yang berkualitas dan berdaya saing, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan hidup, kewilayahan, dan mitigasi bencana, serta reformasi birokrasi.

Melki-Johni memiliki segudang pengalaman dan jejaring masing-masing sebagai Politisi Senayan dan Jenderal bintang dua di karier kepolisian bakal memandu gerak langkah keduanya membawa angin segar perubahan bukan angin surga di bumi Flobamorata.

Lima tahun waktu yang terasa cepat bagi mereka yang sungguh bekerja, terasa lambat bagi yang hanya menunggu tanpa berbuat. “Uang dapat membeli jam, tapi tidak dapat membeli waktu.”

(Tim Redaksi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.