Data survei Charta Politika, elektabilitas bakal calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan Melki Laka Lena (18,6 persen), Benny K Harman (17,6 persen) dan Yohanis Fransiskus (Ansy) Lema berada di urutan ketiga dalam survei (16,9 persen)
Selanjutnya menyusul Viktor Bungtilu Laiskodat (12,4 persen), Emiliana Nomleni (10,1 persen), Anita Gah (7,4 persen), Jefri Riwu Kore (3,6 persen), Johni Asadoma (3,3 persen), Josef Nae Soi (1,8 persen), Julie Laiskodat (1,5 persen).
Ada juga, Sebas Salang (1,0 persen), Umbu Rubi Kadunang (1,0 persen), Andre Kore (0,5 persen), Simon Petrus Kamlasi (0,5 persen), Fary Francis (0,4 persen), Fransiskus Go (0,3 persen), Frans Aba (0,1 persen), Orias Petrus Moedak (0,1 persen).
Sedangkan yang tidak tahu atau tidak menjawab 3,0 persen. Masih dalam ambang batas margin of error.
Survei melibatkan 800 responden yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi NTT. Survei Charta Politika, dilakukan pada periode 2-11 Mei 2024.
Membaca data hasil survei Charta Politika, masih ada faktor lain dan variabel kuat, yang diyakini bisa mendongkrak elektabilitas figur bakal calon gubernur.
Apalagi yang tertinggi di urutan tiga teratas pun masih di bawah angka kemenangan, yang biasanya di atas 35 persen.
Melki Laka Lena, Benny K Harman dan Ansy Lema berada di posisi teratas tapi masih di bawah 20 persen. Sehingga masih berpeluang disalip oleh figur lainnya.
Seperti Viktor Bungtilu Laiskodat sebagai mantan gubernur yang sudah menorehkan sejumlah prestasi dan dikenal luas oleh masyarakat NTT dengan berbagai pemikiran dan sikap kontroversial dan radikal.
Emiliana Nomleni juga bisa menyalip, memiliki faktor pengungkit dengan posisinya sebagai Anggota DPRD Provinsi NTT aktif dan Ketua DPRD Provinsi NTT. Nomleni juga sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT yang berasal mewakili kabupaten Timor Tengah Selatan. Nomleni merepresentasikan kebangkitan politik kaum perempuan.
Begitu pun figur lainnya, maka memilih figur pasangan calon dan partai koalisi akan sangat membantu menambah amunisi kekuatan tempur dan ikut menaikkan elektabilitas menuju hari pencoblosan pada 27 November 2024. (Tim Redaksi)







