Semoga Juli benar-benar menjadi pembuka untuk menutup kisah kita yang semakin memudar.
Dan atas itu, perkenankan aku menulis tentang kita sekali lagi.
Sebab kita abadi dalam setiap diksi bersama aksara indah.
Aku tahu, kau sulit memahami setiap kata puisiku.
Tapi kali ini kupastikan kau mengerti, bahwa setiap kata yang kutulis bukan utopia belaka melainkan rasa dan doa kepada Sang Penyelenggara hidup.
Sayangku, ketahuilah tak ada cinta yang terlalu menggebu, yang ada adalah cinta yang terus tumbuh dalam rasa ikhlas dan tenang.
Maka dari itu, dalam ikhlas dan tenang pun aku melepaskan dan merelakanmu.
Akan kuawali Juli dengan melepasmu ikhlas.
Berbahagilah sayangku!
Jangan tanya mengapa,
Puisi ini sudah selesai.
Oleh: Sintia Bili
(Peminat Puisi Pemula, tinggal di Jl. San Juan Penfui)







