Mengadu kekuatan dua bintang, Mantan Jenderal Polisi Johanis Asadoma resmi mendapat rekomendasi DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dan Brigjen (TNI) Simon Petrus Kamlasi juga resmi mendapat rekomendasi DPP Partai NasDem. Keduanya menyatakan kesiapan maju bertarung di pemilihan gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2024.
Menilik data survei elektabilitas bakal calon Gubernur NTT versi Charta Politika, dua Jenderal menduduki peringkat terbuncit. Johanis Asadoma (3,3 persen) dan Simon Petrus Kamlasi (0,5 persen), peluang dua Jenderal ini bakal tak mulus ke gelanggang Pilgub.
Meskipun berada di urutan buncit survei elektabilitas, dua jenderal ini masih miliki amunisi tempur dari rekam jejak mumpuni dalam kepemimpinan masing-masing. Mereka memiliki keunggulan yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Johanis Asadoma memiliki prestasi gemilang dalam dunia kepolisian baik di level nasional dan internasional. Pernah dua kali Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan Internasional (Hubinter) Mabes Polri, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara dan NTT.
Dia menjadi orang ketiga putera daerah NTT yang menjadi orang nomor satu di Polda NTT, setelah mendiang Thitus Uly dan anaknya Jacki Uly.
Di awal kariernya, lulusan Akademi Polisi (Akpol) Johanis Asadoma pertama kali menjabat sebagai Komandan Peleton Brimob Polda Sulut. Kemudian dilanjutkan sebagai Komandan Kompi Mako Brimob hingga Kepala Sub Bidang Gegana POLRI.
Mantan Jenderal bintang 2 juga pernah memimpin Kontingen Garuda Bhayangkara FPU Indonesia pertama yang bergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Darfur, Sudan, kontingen tersebut berangkat pada 11 Oktober 2008.
Berkat prestasi yang diukir, Johanis Asadoma meraih pangkat tertinggi Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi sebelum pensiun tahun 2023.
Sedangkan calon rivalnya, Simon Petrus Kamlasi memulai karier militernya dengan bergabung di Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada tahun 1985. Lulusan Akademi Militer (Akmil) ini menunjukkan kecemerlangannya dalam berbagai penugasan, baik di dalam maupun luar negeri.
Simon Petrus Kamlasi menorehkan perjalanan karier yang mengesankan di TNI AD. Baru-baru ini, ia dimutasi dari jabatannya sebagai Kepala Staf Korem (Kasrem) 161/Wira Sakti Kupang ke Mabes TNI AD, di mana ia mendapatkan promosi sebagai Pa Sahli Tingkat II KASAD Bidang Lingkungan Hidup.
Perjalanan karier mencerminkan dedikasi dan komitmen tinggi terhadap tugas negara. Simon Petrus Kamlasi lahir di SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di SD setempat dan melanjutkan ke SMPN 1 SoE.
Pendidikan menengahnya dilalui di SMA Taruna Nusantara, sebuah sekolah bergengsi yang dikenal menghasilkan banyak pemimpin militer dan sipil Indonesia.
Setamat SMA, ia melanjutkan pendidikan militernya di Akademi Militer (Akmil) Magelang dan lulus pada tahun 1996. Penugasan pertama Simon Petrus Kamlasi adalah sebagai Letnan Dua di Kodam XVII/Trikora. Dari sana, kariernya terus menanjak.
Ia menduduki berbagai posisi penting di lingkungan TNI AD, termasuk KaPalDam Jaya, Aslog Kasdam IX/Udayana, dan Kapal KOSTRAD. Setiap penugasan dijalani dengan penuh dedikasi, menunjukkan kemampuan leadership yang kuat dan integritas yang tinggi.
Atas prestasi dan dedikasi mantan Kasrem 161 Wirasakti Kupang, Simon Petrus Kamlasi mendapat promosi bintang 1 ke Brigader Jenderal (Brigjen) yang rela akan ditinggalkan demi masyarakat NTT bila remi maju sebagai calon Gubernur NTT. (Tim Redaksi)







