Tuhan berjanji dalam Alquran, jika suatu masyarakat memilih jalan taqwa kelak akan dilimpahkan rizki-rizki berkah yang didatangkan dari darat, laut, maupun udara.
Hal tersebut mengandung konsekuensi ketaatan dan kepatuhan.
Namun, jika suatu masyarakat kufur nikmat yang menimbulkan kesombongan orang-orang kaya, dan tidak sabarnya orang-orang miskin, maka bagaimanakah dampak-dampak yang dirasakan bersama.
Bukankah telah kita saksikan segala akibatnya?
Gempa bumi dan gunung-gunung meletus, bahkan banjir dan longsor di mana-mana.
Apakah tidak ada seorang pun dari Waliullah yang dapat menahan segala amarah dan murka alam, sebagaimana Nabi Luth dan pengikutnya yang dapat diselamatkan Tuhan dari ganasnya kehancuran kaum Sodom dan Gomorah? (*)
Oleh: Supadilah Iskandar
Penulis adalah Penggiat Sastra Milenial Indonesia, menulis Puisi dan Prosa di berbagai media nasional, luring dan daring






