Ingin Aku Menulismu sebagai Puisi

oleh -1200 Dilihat
banner 468x60

Jenuh sekali suara di kota-kota, yang lapang hanya pikiran terbuka. Bahkan laut tak pernah bicara ia luas. Dirimu adalah laut, dan puisi-puisiku memenuhimu sebagai air yang berjatuhan dengan tergesa.  

Jika kemarau mengisahkan duka sepanjang tahun, ia adalah rasa ingin memelukmu saat kuyup. Di pipimu membentang rona yang berubah merah muda, aku tak ingin melewatkannya dengan menunggu matahari terbenam. Di keningmu membelah belantara yang belum dijelajah, ingin aku memasukinya dengan bekal seadanya.  

Perasaan cerah tak pernah dinyanyikan saat sunyi, sedang sunyi bagiku adalah perayaan megah paling meriah. tanpa bunyi, tanpa fragmen warna-warni. Di keheningan, kau menjelma diam paling muram. Aku ingin menghiburmu dengan menyatakan bahwa aku tak pernah mencintaimu. Karena, perasaan kehilangan adalah kekonyolan nomor dua setelah jatuh cinta.

Ingin aku mati untukmu, sekali saja
Ingin aku tidur setelahmu, sekali saja
Ingin aku menulismu sebagai puisi, sekali saja-sudikah?

Juli 2025

Oleh: Rifqi Septian Dewantara

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.