Menanggalkan ego seperti mantel musim dingin di Champs-Élysées, dinginnya tetap terasa.
Moksa penyucian jiwa bukan pencucian dosa, keberanian menatap cermin tanpa menyunting bayangan.
Kesadaran muncul seperti matahari malu-malu di balik kabut Edinburgh, pelan, tak terbantahkan.
Nafas dikikis seperti batu karang sabar dipahat ombak, berulang, tak ada ambisi.
Dan akhirnya mengerti: yang harus diselamatkan bukan dunia, melainkan diri terlalu lama mengira dirinya sebagai pusat semesta.
Desember 2025
Oleh: Fileski Walidha Tanjung







