Terima Kasih Bapak Soni Libing, Tetap Berbuat untuk Alor

oleh -792 Dilihat
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 80?
banner 468x60

Soni Libing lahir di kampung kecil Latuna Desa Kalondama Kecamatan Pantar Barat. Setelah tamat SD GMIT Kalondama 1 ia masuk SMP Kristen Latuna sampai Kelas 1 dan lanjut masuk ke SMP Katolik Renya Rosario Kewapante Maumere dan tamat SMAN Maumere. Selanjutnya masuk studi APDN Kupang dan lanjut ke IPDN meraih S1 dan S2 dan meraih Doktor di Universitas Pajajaran Bandung, sebuah prestasi akademik anak kampung yabg luar biasa.

Setelah selesai studi, Doktor Ilmu Pemerintahan pertama dari NTT ini kembali dan mengabdi di Pemprov NTT. Saat itu Soni Libing juga mendapat kepercayaan dari beberapa bupati di Papua untuk menjadi konsultan pemerintah dan juga mengajar S1, S2 dan S3 di Undana dan beberapa Perguruan Tinggi Swasta di Kupang.

Pada era Viktor Laiskodat menjadi Gubernur NTT Soni Libing dipercaya menjadi Kepala Dinas (Kadis) Pendapatan dan Aset Provinsi NTT, saat itu ia melakukan berbagai gebrakan penataan aset misalnya, mengmbil alih aset dan manajemen hotel Sasando, Lipo, Besipanae dan tanah Pemprov yang dikuasai masyarakat yang sekarang telah dibangun Rumah Sakit Pusat Ben Mboi dan peningkatan PAD yang cukup signifikan.

Selanjutnya Soni Libing dipercaya menjadi Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pada saat itu banyak kemajuan di bidang pariwisata dan kebijakan fenomenal yg ia lakukan adalah peningkatan tarif masuk wisata Komodo. Pada saat yang bersamaan Presiden Jokowi memberikan kepercayaan kepada Doktor Soni menjadu Pj Bupati di Manggarai, ini sebuah kepercayaan yang luar biasa.

Doktor Soni Libing menjadi Pj Bupati Alor

Menjadi pemimpin di tanah kelahiran adalah Nazar Soni saat masuk APDN Kupang tahun 1988. Jalan untuk meraih nazar ini tidaklah dibilang muda. Saat mayoritas fraksi DPRD mengusulkan namanya untuk menjadi calon Pj Bupati Alor untuk diusulkan ke Presiden melalui Mendagri untuk jadi Pj Bupati Alor, namun namanya tidak turut diusulkan oleh pimpinan DPRD waktu itu. Orang pastikan tidak mungkin Soni Libing menjadi Pj Bupati Alor, tetapi Presiden justru menunjuk nama Doktor Soni Libing menjadi Pj Bupati Alor. Tuhan menjawab nazar Soni menjadi pemimpin di daerahnya.

Dalam mewujudkan nazarnya maka prinsip sederhana dari anak kepala desa Kalondama lima priode ini adalah bahwa ia harus berbuat sesuatu bagi rakyatnya selagi setetes darah masih mengalir di nadi. Strategi sederhana yang ia lakukan adalah turun ke rakyat, melihat permasalahan rakyat dan langsung mengambil tindakan untuk menyelesaikannya. Disamping itu suami dari Ibu Lisa Sebayang ini juga membangun komunikasi yang baik dengan berbagai lembaga dan pihak ketiga untuk pembangunan jalan, jembatan, rumah rakyat dan rumah ibadah melalui bantuan semen dan seng. Dari berbagai upaya yang dilakukan mantan Pj Bupati Manggarai ini mendapat apresiasi yang luar biasa terutama dari masyarakat yang tinggal di kampung-kampung.

Meskipun demikian Penjabat yang bergaya koboi ini sering dikritisi keras oleh segelintir orang melalui media sosial dan surat kaleng, namun ketua alumni STPDN NTT ini dengan santai mengatakan saya tidak akan menanggapi mereka, saya tidak akan berubah dan tetap menjadi diri saya dan saya akan terus melayani rakyat Alor dengan tulus. Dalam berbagai kesempatan juga Penjabat yang selalu terinspirasi dengan gaya kepemimpinan mantan Bupati Alor Drs. Jeck Djobo ini diminta oleh rakyat juga pimpinan Partai Politik untuk maju sebagai calon bupati Alor, namun pejabat birokrat senior NTT ini dengan tegas menyatakan bahwa ia hadir di Alor untuk melaksanakan tugas Penjabat Bupati sesuai undang-undang dan ini kesempatan ia ingin meletakkan standar kepemimpinan di Alor.

Ia bersyukur Tuhan telah menjawab doanya untuk menjadi pemimpin di Alor, bahkan Tuhan sudah kasi bonus menjadi pemimpin di Manggarai, bagi Soni ini sudah cukup. Ketika menjadi Pj Bupati Alor Doktor Pemerintahan yang rendah hati dan sederhana ini tdlidak saja membangun komunikasi yang baik dengan semua komponen masyarakat di Alor tapi juga dengan pemerintahan pusat, terbukti dalam waktu yang singkat dua kali Mendagri datang Alor, pimpinan upacara HUT RI ke 79 dan ini kesempatan emas Soni Libing melobi sehingga bapak Presiden Jokowi datangg ke Alor di akhir masa jabatannya.

Dalam waktu yang singkat dangan keterbatasan kewenangan tentu banyak harapan dan kebutuhan rakyat yang belum terjawab dan juga masih banyak kekurangan yang ia lakukan. Soni Libing juga sering bersikap tegas dan marah-marah kalau ada yang kerja proyek fisik tidak benar ini tentu tidak menyenangkan banyak orang, tetapi semua itu semata-mata untuk kepentingan rakyat Alor.

Di masa kepemimpinan Soni Libing juga menutup warung “makan dalam” di kota Kalabahi yang sudah sangat lama beroperasi.

Selamat kembali mengabdi di provinsi berbuatlah sesuatu bagi Alor dari provinsi, kami akan semakin bangga suatu saat nanti putra Alor bisa berada di level birokrasi paling tinggi di NTT.

Bapak Soni semua rakyat Alor yang mengenalmu akan terus mengasihimu terutama Tuhan Yesus.

Doktor Soni Libing memulai kepemimpinan dengan baik dan mengakhiri dengan baik.

 “Ketika Anda melayani orang lain, Anda sebenarnya sedang memimpin dengan hati.”

Oleh: Mesak Blegur

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.