Pekik “Selalu Ingat Dua Anak Ganteng (SIAGA)” terlontar dari mulut sekelompok mama-mama di Kota Pancasila Ende-Flores. Ketika menyapa Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) nomor urut 3 Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu dalam kunjungan ke Kabupaten Ende beberapa pekan silam.
Sapaan akronim manis SIAGA menunjukkan kecintaan yang mendalam terhadap dua sosok yang memang terlihat lebih ganteng di antara tiga pasangan calon kontestan Pilgub NTT tahun 2024.
SIAGA juga bukan sekadar akronim dari Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu, tetapi mengandung makna yang menggambarkan kesiapan fisik dan mental yang gagah berani mengambil inisiatif menjaga NTT sebagai sebuah entitas sosial budaya menjadi miniatur NKRI, tempat belajar toleransi.
SIAGA juga siap sedia di siang pun malam, “selalu siaga satu kali duapuluh empat jam untuk masyarakat,” demikian kata Simon Petrus Kamlasi.
SIAGA selalu sigap, gerak cepat dalam eksekusi dengan landasan bidikan ide dan gagasan yang matang, terukur dan tepat sasaran. Tidak bombastis apalagi mengawang-awang, selalu berangkat dari kondisi faktual.
SIAGA juga responsif krisis, provinsi NTT merupakan daerah rawan berbagai krisis sehingga perlu kesiapsiagaan menghadapi berbagai bencana, seperti siaga banjir, siaga kekeringan, siaga kebakaran hutan dan lahan. Siaga lingkungan dan alam, merawat solidaritas dan soliditas sosial diantara kemajemukan budaya yang mendiami seribuan pulau.
Selalu SIAGA, ingat selalu Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu, dua anak ganteng yang gagah berani memberi jiwa raga untuk NTT lebe bae, NTT maju dan mandiri.
(Tim Redaksi)







