Relawan Taman Daun Siap Bedah Rumah di Kedang-Kelikur Lembata

oleh -741 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Lewoleba – Relawan Taman Daun siap aksi bedah rumah warga di desa Kedang-Kelikur kabupaten Lembata provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sudah bertahun-tahun Ibu Nur bersama Mama dan dua anaknya yang masih kecil hidup bertahan di gubuk reot. Sambil menangis, Ia berharap bisa memiliki rumah yang lebih layak.

Demikian disampaikan Aktivis Taman Daun Lembata John SJ Batafor, Selasa (16/7/2024) sore.

“Sore hari ini saya berkunjung ke rumah ini dan singkat kata, mari kita sama-sama gotong royong membangun rumah baru untuk mereka,” ujar John Batafor.

John Batafor mengajak para relawan dan simpatisan yang peduli untuk bergabung bersama dalam aksi sosial bedah rumah.

“Siap Gassss, yang mau gabung jadi relawan Taman Daun, Ayoo!,” ajak John Batafor.

ia mengatakan, Taman Daun segera merencanakan dan aksi bedah rumah ibu Nur dalam waktu dekat ini, sebelum musim hujan tiba mereka sudah menempati rumah baru yang lebih layak.

“Kita segera rencanakan dan laksanakan bedah rumah ibu Nur dalam waktu dekat, agar sebelum musim hujan tiba mereka sudah masuk rumah yang lebih layak, aman dan nyaman,” tandas John Batafor.

Mengusung spirit The Power of Gemohing. Aksi tersebut sudah digalang selama hampir lima tahun terakhir dan sudah membangun puluhan rumah warga tidak mampu.

Aksi bedah rumah kebanyakan mensasar para janda/balu yang sudah renta dengan kondisi ekonomi tidak mampu dan kurang mendapat perhatian orang terdekat maupun pemerintah.

Padahal konstitusi negara tegas mengamanatkan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Namun, belum menjadi praksis hidup bernegara terbukti masih banyak warga yang belum mendapat rumah layak huni.

Secara Nasional melansir kompas, lebih dari sepertiga penduduk Indonesia tepatnya 36,85 persen rumah tangga tinggal di rumah tak layak huni. Itu berarti masih ada sekitar 36 sampai 37 dari 100 rumah tangga yang menempati rumah tak layak huni.

Menurut Indikator Perumahan dan Kesehatan Lingkungan 2023 dari Badan Pusat Statistik (BPS), persentase tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Jumlah sampel Susenas Maret 2023 mencakup 345.000 rumah tangga yang tersebar di 34 provinsi dan 514 kabupaten atau kota di Indonesia

Di sisi lain, persentase rumah tangga yang menempati rumah tak layak huni di daerah perdesaan lebih tinggi dibandingkan dengan perkotaan. Rumah tangga yang tinggal di rumah tak layak huni di perkotaan adalah 34,53 persen, sedangkan di perdesaan mencapai 40,09 persen. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.