Pompa Hidram, Solusi Penyediaan Air untuk Masyarakat Desa di NTT

oleh -1859 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kalabahi – Permasalahan air bersih di desa-desa yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) umumnya sama yakni letak pemukiman warga berada di ketinggian, sedangkan posisi sumber air berada di kedalaman hingga 750 meter dengan kemiringan hingga 45 derajat. Kondisi tersebut sangat menyulitkan warga setempat untuk mendapatkan air bersih walau sumber airnya berlimpah.

Informasi yang berhasil dihimpun , di semua lokasi pembangunan pompa hidram, pemerintah desa setempat melalui berbagai program telah berupaya untuk menanggulangi masalah ini, namun semuanya berakhir gagal karena terdapat banyak kendala seperti biaya perawatan/pemeliharaan dan operasional lainnya.

Untuk menanggulangi permasalahan air bersih yang ada, Pangdam IX/Udayana lewat program Pompa Hidram Kartika TNI AD Manunggal Air, memotivasi bagi seluruh prajurit jajaran Kodam IX/Udayana termasuk Kodim 1622/Alor untuk membangun pompa hidram di desa-desa yang mengalami permasalahan air bersih.

Pangdam IX/Udayana, kala itu Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc yang menginisiasi pemanfaatan sumber air sungai untuk kebutuhan dasar masyarakat dengan teknologi sederhana yaitu pompa hidram secara masif di wilayah Kodam IX/Udayana. Inisiatif ini setidaknya menjawab permasalahan air di masyarakat.

Pembangunan pompa hidram wilayah Kabupaten Alor, sudah diresmikan dan difungsikan ada belasan titik sudah berhasil dialirkan airnya ke perumahan masyarakat, dengan sarana pendukung seperti bak penampung air dan MCK. Selain itu, guna mendukung ketersediaan sumber air dan menjaga kelestarian lingkungan, maka telah dideklarasikan Gerakan Jaga Alam dan Air atau GEJALA pada tahun 2021.

Pembangunan pompa hidram ini sebagai upaya Kodam IX/udayana dengan melihat kesulitan masyarakat akan air bersih di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur termasuk Kabupaten Alor. Teknologi ini sangat efisien, sederhana dan murah karena dari segi pembiayaan tidak menggunakan bahan bakar maupun listrik.

Ketersedian air bersih juga menjadi tantangan masalah stunting di Kabupaten Alor, terdapat beberapa indikator yaitu, pola asuh yang kurang tepat, kurangnya pemahaman orang tua tentang makanan bergizi, pernikahan dini, pemantauan HB ibu hamil yang tidak optimal, faktor ekonomi/kemiskinan, lingkungan pemukiman dan kurang sehat (rumah, jamban/sanitasi), ketersediaan pangan dalam keluarga, kepadatan hunian dalam satu rumah, masalah ketersediaan air bersih, kepemilikan jaminan kesehatan, anak banyak dan jarak kehamilan terlalu dekat.

Untuk mengatasi stunting diperlukan kerja keras serta inovasi-inovasi yang harus dilakukan seperti, edukasi terkait Stunting dan upaya pencegahan kepada masyarakat dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Pemberian Makan Bayi dan Anak (PBMA), pengadaan kelas ibu hamil, pengadaan Posyandu, Pos gizi seimbang untuk ibu hamil dan balita, dan pemantauan Ibu hamil sejak nol bulan/Seribu Hari Pertama Kehidupan (SHPK).

Terkait dengan upaya Kodim 1622/Alor guna membantu Pemerintah Kabupaten Alor dalam menekan masalah Stunting, patut bersyukur dengan perhatian dari Kodam IX/Udayana melalui Kodim 1622/Alor saat itu membangun pompa hidram di belasan titik dan tersebar di beberapa Desa/Kelurahan diwilayah Kabupaten Alor.

Dengan dibangunnya pompa hidram ini, maka masalah air bersih di masyarakat dapat segera teratasi sehingga kebutuhan mandi, cuci dan masak bagi masyarakat bisa terpenuhi dengan baik. Juga masalah stunting perlahan teratasi. (Dispenad)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.