Banyak Model Pompa Hidram di Dunia Tapi Buatan SPK Banyak Dipakai dan Dapat Rekor MURI

oleh -2445 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Simon Petrus Kamlasi (SPK) menegaskan bahwa ada banyak model Pompa Hidrolik Ram (Hidram) di Dunia tapi buatannya yang banyak dipakai sampai menapat Rekor MURI. Sehingga tidak ada masalah kalau ada model lain yang dikembangkan dan digunakan juga saat ini.

“Rancangan hidram ada banyak di dunia tapi yang saya buat lah yang banyak dipakai sampai dapat muri bro,” tegasnya, Kamis (31/10/2024) petang.

Menanggapi sekaligus klarifikasi atas beredarnya informasi miring yang menyatakan bahwa bukan SPK perancang pompa hidram yang digunakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ada banyak contoh aplikasi pompa hidrolik Kartika mekanisme tolak balik meriam buatan Simon Petrus Kamlasi mampu mengatasi masalah kekeringan yang melanda berbagai wilayah Nusantara.

Seperti di Gunung Kidul merupakan wilayah yang rentan terhadap pasokan air apalagi di musin kemarau seperti saat ini. Mendapatkan air dibutuhkan alat untuk mengangkatnya dari sumber mata air bawah tanah yang ada di gua Pulejajar, Desa Jepitu.

“Pompa hidrolik ini memanfaatkan mekanisme tolak balik meriam yang diaplikasikan untuk mendorong air melawan gravitasi, sehingga mampu mengatasi kekeringan di wilayah Gunungkidul,” ujarnya.

Pompa air hidrolik ini cukup efektif, efesien dan tepat guna untuk menaikkan air dari lembah-lembah ke pegunungan tanpa menggunakan bahan bakar dan listrik, sehingga hemat energi dan mudah perawatan.

“Berkat alat ini, air dari jurang sedalam 100 meter sudah berhasil kita angkat dan harapannya dapat mengatasi persoalan air di sekitar gua Rancang Kencana Gunung Kidul,” ucapnya.

Menurut alumni Akmi Magelang 1996 ini, pemikiran pembuatan pompa ini berawal dari keprihatinan ketika dirinya menjabat sebagai Dandenpal “B”09-12-03 Kupang, melihat banyak masyarakat NTT yang kesulitan mendapatkan air, khususnya musim kemarau.

“Berkat kerja keras diiringi kesungguhan dan kegigihan untuk membantu kesulitan masyarakat dalam mendapatkan air bersih, saya berhasil membuat sebuah alat pompa hidrolik, yang mengaplikasikan mekanika fluida hukum Paskal, Archimedes, dan kontinyuitas benoli sebagai dasar pembuatan pompa hidrolik,” jelasnya.

“Sebenarnya ide itu muncul dari mekanisme tolak balik meriam. Kebetulan bidang penugasan saya sebagai Korps Peralatan Angkatan Darat, sering dihadapkan dengan teknologi-teknologi yang modern. Jika ditelaah sepertinya tidak nyambung, tapi itulah realitanya,” ungkap suami dari Ester Meilany Siregar sambil tersenyum.

Menyinggung eksplorasi air sungai bawah tanah, Perwira Peralatan TNI AD bekerjasama dengan Kodim Gunungkidul telah berhasil mengeluarkan juga sekitar 4 liter per detik dari kedalaman 22 meter pada jarak 1.200 meter dari mulut Gua Pulejajar dengan sistem gravitasi, sehingga diharapkan dapat mengatasi kekeringan untuk 8 desa di Kecamatan Girisubo.

“Cukup banyak potensi air di bawah tanah yang hingga kini belum dapat ditangani untuk mengatasi kekeringan dan persoalan air,” imbuhnya.

Menurut bapak lima anak ini, dalam upaya mengangkat air dari dalam goa ini, pihaknya hanya menghadirkan pompa hidrolik. Sedangkan untuk material terdapat bantuan dari Kasum TNI, sementara yang lainnya jajaran Kodim Gunungkidul bekerjasama dengan pihak terkait.

Pria yang pernah berdinas di Dislitbangad ini mengatakan, selama ini banyak proyek atau program pengairan di lapangan mengalami kendala sumber tenaga. Karenanya, teknologi tepat guna ini dapat menjadi salah satu alternatif pendekatan TNI AD dengan rakyat dalam rangka mengatasi kesulitan masyarakat.

“Orang boleh lupa berbicara tentang peran TNI Angkatan Darat, tetapi biarlkanlah air kehidupan akan terus bercerita tentang TNI AD,” pungkasnya.

Keberhasilan SPK dalam penanganan masalah air bersih di Indonesia lewat pemasangan Pompa Hidram hasil inovasinya itu di seluruh Indonesia, membuat dirinya mendapatkan rekor MURI. Tercatat, mencapai hampir 4.000-an titik di Indonesia, sementara di NTT mencapai 400 titik.

Prestasinya tidak hanya diakui oleh masyarakat lokal, tetapi juga tercatat dalam Rekor MURI pada 27 Januari 2015. Lebih dari sekadar pencapaian individu, kisah suksesnya menjadi cermin kekuatan tekat, inovasi, dan kerja sama dalam mengatasi tantangan kompleks.

Dukungan masyarakat dan kolaborasi dengan TNI AD telah menjadi pilar bagi keberhasilan SPK saat masih berpangkat Kolonel.

Pompa hidram adalah sebuah alat yang di gunakan untuk memindahkan suatu ciran (fluida) dari suatu tempat ke tempat yang lain. Pompa hidram merupakan salah satu pompa air yang hemat energi dan ramah lingkungan. Pompa hidram merupakan teknologi tepat guna dalam bidang pemompaan dengan menggunakan tenaga momentum air (water hammer) untuk menaikan air yang di pompa, sehingga pompa hidram salah satu pompa air yang tidak menggunakan BBM dan listrik.

Mekanisme pompa hidram yaitu air masuk dari terjunan melalui pipa penghantar atau pipa masuk ke katup buang di dorong ke katup penghantar sehingga katup penghantar terbuka dan air memasuki tabung udara efektifitas kinerja dari pompa hidram di pengaruhi beberapa parameter, antara lain tinggi sumber air, diameter pipa, jenis pipa.

Pompa hidram adalah pompa air yang bekerja menggunakan hentakan hidrolik air. Pompa hidram dirancang oleh penemu asal Prancis, Josephem Montgolfierem pada abad ke-18.

Prinsip kerja pompa ini adalah menggunakan energi kinetik dari air yang mengalir. Aliran air secara teratur melewati katup.

Terdapat juga versi pompa hidram yang lebih kompleks, yang ditenagai oleh air dan menarik air dari sumber lainnya.

Pompa hydrant memiliki tiga jenisnya. Mulai dari electric, diesel, hingga jockey pump. Masing-masing pompa memiliki fungsi dan perannya masing-masing dalam distribusi media air hydrant.

Electric pump merupakan pompa utama dalam instalasi hydrant. Pompa ini dapat bekerja dengan tenaga dari listik PLN.

Diesel pump berfungsi sama dengan electric pump. Seperti yang kita ketahui, electric pump memiliki ketergantungan terhadap energi listrik dari PLN.

Pompa jockey adalah pompa dalam sistem fire hydrant. Peran pompa ini adalah menjaga kestabilan tekanan air yang masuk ke jaringan hydrant dari reservoir.

Pompa ini dapat bekerja secara otomatis maupun manual. Umumnya jockey pump akan mulai bekerja ketika tekanan air berada di posisi 6-8 bar. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.