Ola Hurek: Sangat Holistik Persoalan Mendasar Mayarakat Alor Dibeberkan Ima Blegur

oleh -997 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – “Sangat holistik persoalan mendasar Mayarakat Alor dibeberkan Ima Blegur” sebagai bakal calon Bupati harus mengetahui kompleksitas permasalahan daerah.

Demikian kata Pengamat Politik FISIP Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Dr. Urbanus Ola Hurek menanggapi Problematika Pembangunan Kabupaten Alor yang dibeberkan Bakal Calon Bupati Emanuel Ekadianus Blegur (Ima Blegur) belum lama ini.

Menurut Ola Hurek, setiap Kepala daerah sebagai pejabat politik yang berwewenang menetapkan kebijakan pembangunan daerah wajib mengetahui secara detail persoalan mendasar di daerahnya.

“Sebagai bakal calon bupati, Ima Blegur, mesti tau persoalan-persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat di Kabupaten Alor,” kata Ola Hurek.

Menurutnya, memang persoalan mendasar di Alor tidak jauh berbeda dengan sebagian besar Kabupaten/kota di NTT. Namun untuk menawarkan solusi dalam memecahkan masalah membutuhkan kemampuan dan kecerdasan seorang pemimpin.

“Berdasarkan pemetaan/mapping persoalan di daerahnya maka langkah selanjutnya adalah ketepatan mengajukan tawaran solutif,” sambungnya.

Sembilan persoalan dihadapi Kabupaten Alor, Calon Bupati Alor Ima Blegur menawarkan reformasi birokrasi sebagai program strategis untuk pemecahan masalah mendasar di Alor.

“Tentu Ima Blegur memiliki argumentasi tersendiri tatkala memilih reformasi birokrasi ini. Boleh jadi Ima Blegur melihat bahwa persoalan mendasar dihadapi masyarakat Alor tidak dipecahkan mala terus terjadi akibat mandeknya reformasi birokrasi,” ujar Ola Hurek.

Birokrasi diharapkan menjadi pionir namun malah menciptakan masalah berulang. Namun, lanjutnya, reformasi birokrasi yang ditawarkan tersebut bukan sebatas internal birokrasi belaka namun dibarengi dengan unjuk kerja birokrasi yang mampu menjabarkan program membuat masyarakat menjadi mandiri.

“Birokrasi bukan sebagai mesin implementasi belaka namun menyuntikan spirit agar terbangun kemampuan masyarakat menjadi mandiri. Mandiri dalam mengurus pemenuhan kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, perumahan, kesehatan,” tegas Ola Hurek.

Sebab beberapa tahun belakangan ini masyarakat ‘dininabobokan’ oleh program pemerintah dan menciptakan ketergantungan purna pada pemerintah.

“Bung Ima perlu mendorong reformasi birokrasi ke arah ini sembari tetap menerapkan merit sistem dalam penempatan pejabat, dan lain-lain,” imbuh Ola Hurek.

Diketahui Ima Blegur membeberkan sembilan masalah atau problem mendasar pembangunan kabupaten Alor yaitu: kemiskinan, stunting, mutu pendidikan, kesehatan, pengangguran, infrastruktur, rumah tidak layak huni, pariwisata, dan birokrasi yang belum efektif.

Ima Blegur juga menawarkan solusi penyelesaian masalah atau problem pembangunan kabupaten Alor dengan reformasi birokrasi sebagai langkah pertama dari delapan arah kebijakan strategis.

Kabupaten Alor sebagai daerah kepulauan yang terdiri atas 175 desa dan kelurahan, 18 kecamatan saat ini dengan jumlah penduduk sekira 216.629 menurut data statistik tahun 2023.

Kabupaten Alor juga memiliki keragaman budaya, terdapat sekira 12 rumpun adat dan puluhan bahasa daerah. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang pelaksanaan pembangunan daerah yang dijuluki “negeri seribu moko” dengan semboyan Tara Miti Tomi Nuku. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.