Lidia Winaryo: TP-PKK Bersinergi Turunkan Angka Stunting

oleh -1255 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kalabahi – Butuh sinergi dan kolaborasi multi pihak menurunkan angka stunting di Kabupaten Alor khususnya di kecamatan Alor Barat Daya (ABAD).

Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Alor, Lidia Siawan Winaryo dalam arahannya saat pengukuhan Badan Pengurus TP PKK Kecamatan ABAD periode 2025-2029 di Aula Kantor Kecamatan ABAD pada Senin, (23/6/2025).

“PKK merupakan mitra strategis Pemerintah di dalam pembangunan masyarakat dari lingkup keluarga kecil. Oleh karena itu, keberadaan dan peran aktif TP PKK di setiap jenjang sangatlah penting dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara menyeluruh,” jelasnya.

Untuk itu, tegas Lidia, badan pengurus TP PKK kecamatan ABAD yang dikukuhkan telah menerima tanggung jawab, bukan sebuah formalitas melainkan awal dari komitmen besar untuk bekerja dengan hati, dedikasi dan semangat gotong royong dalam menggerakkan sepuluh program PKK di tingkat masyarakat.

“Saya ajak kita semua mari kita kuatkan sinergi antara PKK, Pemerintah Daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga, memperdayakan masyarakat serta menjadikan posyandu lebih kuat sebagai pusat layanan dasar yang ramah keluarga dan berkelanjutan,” tegasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, terus menjaga semangat kebersamaan, saling mendukung dalam bekerja tanpa pamrih meski tugas dan tanggung jawab tidaklah muda. Namun dengan niat yang tulus dan bekerja bersama, demikian Lidia Winaryo, maka pasti dapat membawa perubahan yang nyata bagi masyarakat Kabupaten Alor khususnya di Kecamatan ABAD.

“Saya mengimbau seperti yang diarahkan pengurus pusat maupun propinsi agar ketua bersama pengurus di Kecamatan dan Desa agar dapat membuat media sosial (medsos) TP PKK baik FB, Instragram maupun tiktok sehingga kita akan saling mendukung dan memantau setiap kegiatan kegiatan yang dilakukan,” sebut istri Wakil Bupati Rocky Winaryo yang diberikan kepercayaan Bupati Alor Iskandar Lakamau menjadi Ketua TP PKK Kabupaten Alor.

Sementara itu, Camat ABAD Yapi N Hinglir antara lain mengharapkan kepada para kepala desa agar terus mendukung kegiatan TP PKK untuk kesejahteraan keluarga.

“Dana desa yang diperuntukan untuk kegiatan PKK di Desa itu saya dengar informasi ibu ketua PKK desa hanya tanda tangan saja tapi dananya tidak di kasih untuk kegiatan PKK. Saya harap tidak boleh seperti itu lagi,” tegas Yapi Hinglir.

Selanjutnya staf ahli TP PKK akabupaten Alor, Hery Sir selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa pada Dinas PMD juga mengatakan bahwa, dana tiga juta rupiah dari desa itu bukanlah untuk insentif ibu ketua TP PKK desa akan tetapi untuk mendukung program PKK di Desa tersebut seperti kegiatan pelatihan dan juga program lainya yang dapat mensejahterakan masyarakat desa.

“Jadi anggaran tiga jutah dari dana desa itu bukan insentif ibu Ketua TP PKK Desa tetapi digunakan untuk kegiatan yang dapat mensejahterakan masyarakat desa. Jangan salah gunakan nanti diaudit maka menjadi temuan,” tegasnya.

Selanjutnya Ketua TP PKK Kecamatan ABAD, Welmince Hinglir Mela menambahkan, PKK dapat menciptakan kesehatan, pendidikan, keamanan dan ketenteraman. Oleh karena itu program yang sudah dijalankan seperti kebun PKK agar terus dilanjutkan maka akan mengurangi angka stanting yang ada di kecamatan Abad.

“Program yang sudah dijalankan seperti kebun PKK saya harap agar tetap di lanjutkan maka kita akan mengurangi angka stanting,” ungkapnya

Diketahui, pada medio Mei 2025 Pemerintah Kabupaten Alor mulai tancap gas aksi menurunkan angka stunting.

Melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Pemkab Alor mendistribusikan perdana Menu Bergizi Gratis (MBG) di Posyandu Kadelang, Kelurahan Kalabahi Timur, Kecamatan Teluk Mutiara, Kamis (22/5/2025).

Program ini menyasar kelompok rentan: ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD—sebagai langkah konkret Pemerintah dalam menjawab instruksi nasional Presiden RI tentang pentingnya intervensi gizi sejak dini.

Bupati Alor, Iskandar Lakamau, yang hadir langsung dalam kegiatan ini menegaskan pentingnya pola makan sehat bagi generasi muda. Ia juga mengajak orang tua untuk menjauhkan anak-anak dari makanan instan yang minim gizi.

“Program ini bukan hanya soal makanan, ini soal masa depan anak-anak Alor. Kami berkomitmen kuat mendukung generasi sehat dan cerdas demi Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Posyandu Kadelang dipilih sebagai lokasi pilot project implementasi awal MBG. Sebanyak 6 ibu hamil, 42 ibu menyusui, dan 72 balita non-PAUD menerima makanan sehat dalam pembagian simbolis yang disambut hangat oleh warga. (NB/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.