RADARNTT, Maumere – Memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sikka bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Kesehatan dan Dinas P2KBP3A Kabupaten Sikka menggelar lomba Fashion Show Tenun Ikat dan aksi jalan sehat kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak. Acara berlangsung di Jalan El Tari Maumere, Sabtu, (25/4/2026).
Pelaksanaan kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dalam menjaga identitas budaya daerah serta menjamin eksistensi perempuan dalam masyarakat yang bebas dari ancaman berbagai bentuk kekerasan.
Lomba Fashion Show merupakan bentuk komitmen dalam menjaga dan melestarikan tenun ikat sebagai identitas budaya Nian Tana Sikka. Kegiatan ini tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga menjadi ruang ekspresi dan pemberdayaan ekonomi bagi perempuan.
Sementara itu, aksi kampanye dilakukan sebagai penolakan bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak sekaligus menjadi seruan bersama untuk meningkatkan kesadaran publik sekaligus mendorong tindakan nyata di tingkat keluarga dan masyarakat.
Ketua TP PKK Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, mengatakan, momentum aksi nyata yang dilakukan bukan sekadar seremoni melainkan komitmen utama yang digaungkan adalah memastikan perempuan berdaya dan anak-anak terlindungi dari segala bentuk kekerasan di wilayah Kabupaten Sikka.
“Perempuan Sikka harus berdaya, berani, dan terlindungi. Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan. Momentum Kartini ini adalah panggilan untuk bergerak bersama, memperkuat peran perempuan dalam pembangunan, sekaligus memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan bermartabat,” kata Fista.
Bunda Literasi Kabupaten Sikka ini, mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang bebas kekerasan serta.
“Mari kita terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang bebas kekerasan, inklusif, serta berkeadilan bagi perempuan dan anak,” tandasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan anggota TP PKK dari 181 desa, 13 kelurahan, dan 21 kecamatan, dengan total peserta mencapai 400 orang.
Rangkaian kegiatan, diawali dengan fun walk atau jalan santai yang secara kuat membawa pesan kampanye “tolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak” khususnya di Kabupaten Sikka dan Nusa Tenggara Timur serta Indonesia. (RA/RN)







