Kabut Asap

oleh -76 Dilihat
banner 468x60

Tafsir Puitis Surat Ad-Dukhan (Al-Quran)

Demi Al-Quran dengan bahasanya yang jelas. Kami menurunkannya pada malam yang diberkati (Lailatul Qadar). Sungguh, Kamilah yang menyampaikan peringatan. Pada malam itu, dijelaskan segala urusan yang mengandung hikmah, sampai kepada urusan-urusan yang besar dari sisi Kami. Kamilah yang mengutus Rasul sebagai rahmat dan kasih sayang dari Tuhanmu. Sungguh, Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.

Dialah Tuhan langit dan bumi yang meliputi keduanya, jika kamu adalah orang-orang yang yakin. Tiada Tuhan selain Dia Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Dialah Tuhanmu, juga Tuhan dari semua nenek moyangmu. Tetapi, mereka dalam keraguan, serta menganggapnya sebagai permainan.

Maka, lihatlah saatnya nanti, ketika kabut-kabut asap tampak jelas meliputi seluruh manusia, sebagai azab yang diturunkan Tuhan, hingga mereka pun berdoa: “Wahai Tuhan kami, hilangkanlah kabut-kabut asap ini dari lingkungan kami, sungguh kami ini adalah orang-orang yang beriman.” Bagaimana mereka percaya setelah azab diturunkan, padahal telah datang sebelumnya utusan Kami yang memberi peringatan, bahkan kepada Nabi Muhammad saja mereka menuduhnya sebagai orang gila.

Jika saja Kami hilangkan kabut-kabut asap itu dari lingkungan mereka, tak berapa lama mereka pasti akan kembali kepada kekufuran. Sungguh, Kami benar-benar telah menguji kaum Firaun, dan telah Kami hadirkan Musa di tengah-tengah mereka, lalu Musa pun menyampaikan peringatan: “Biarkan kami yang menyelamatkan kaum kami, karena aku adalah utusan Allah yang datang ke tengah-tengah kalian. Lalu, kenapa kalian menyombongkan diri, padahal kami sudah menunjukkan bukti-bukti kemukjizatan kepada kalian. Jika saja kau (Firaun) mengancam untuk membunuhku, maka aku hanya akan berlindung kepada Tuhanku, dan juga Tuhanmu. Tetapi, jika kau tetap menentangku, yang terpenting aku sudah menyampaikan pesan kebenaran kepada kalian semua.”

Musa pun menghadap Tuhannya dan menyatakan keingkaran dan penolakan Firaun, sampai kemudian Tuhan berfirman: “Pergilah bersama hamba-hamba-Ku di malam hari, karena kalian akan dikejar oleh mereka, dan Kami akan membuat laut itu terbelah, yang kelak akan menenggelamkan seluruh tentara Firaun.”

Betapa mereka akan merasakan, di saat mereka meninggalkan harta kekayaan mereka (taman dan kebun-kebun mereka), rumah-rumah megah tempat kediaman mereka, serta kesenangan-kesenangan yang selama ini mereka nikmati. Demikianlah, Kami menyiksa mereka, kemudian Kami wariskan peninggalan mereka kepada kaum yang lain.

Para penghuni langit dan bumi tak merasa berduka atas kepergian mereka, dan mereka tidak lagi diberi tangguh. Lalu, Kami selamatkan kaumnya Musa dari kaumnya Firaun, karena mereka adalah orang-orang sombong yang melampaui batas.

Sungguh, dengan peristiwa itu, Kami jadikan pelajaran berharga bagi umat manusia, sebagai bukti dan tanda kebesaran Kami, dengan segala cobaan dan azab yang menimpa mereka. Hal itu dikarenakan mereka mengingkari hari kebangkitan, serta menantang agar didatangkan nenek moyang mereka yang sudah mati. “Apakah mereka lebih baik dari Kaum Tubba (di Yaman) yang pernah Kami binasakan, karena mereka telah banyak berdusta?”

Sungguh, Kami tidak menciptakan langit dan bumi sebagai permainan, dan Kami ciptakan keduanya dengan hak dan kebenaran, tetapi kebanyakan mereka tak mau mengerti. Sungguh, hari kebangkitan (kiamat) itu adalah waktu yang telah ditetapkan, yakni ketika sahabat karib tak dapat menolongnya sedikit pun, dan mereka juga tak dapat menolong dirinya sendiri, kecuali orang-orang yang mendapat rahmat dan kasih sayang Allah. Sungguh, hanya Dia Yang Maha Perkasa, juga Maha Penyayang.

Lalu, biarlah Kami sediakan pohon Zaqum bagi mereka yang bergelimang dosa, yang rasanya panas seperti cairan tembaga di dalam lambung-lambung mereka. Kelak, Malaikat Zabaniyah menyeret orang-orang jahat itu ke dalam neraka Jahim, lalu menyiksa mereka sambil berujar: “Sekarang kalian pantas merasakan ini, karena selama di dunia kalian merasa diri sebagai orang-orang kuat dan perkasa. Inilah azab yang nyata, sesuatu yang dahulu selalu kamu ingkari.”

Sedangkan, orang-orang beriman dan bertakwa, di hadapan mereka akan disediakan taman-taman berikut mata airnya yang indah semerbak dan menawan, mereka tinggal di dalamnya dengan aman dan sejahtera. Pakaian mereka dari sutra yang halus, seraya duduk berdampingan dengan bidadari-bidadari bermata elok dan cantik. Mereka dapat meminta apa pun dari jenis buah-buahan yang mereka sukai, mereka juga tidak akan mati di dalam surga, kecuali kematian yang pertama (di dunia). Allah akan melindungi dan menjauhkan mereka dari azab, sebagai karunia dan kemenangan dari Tuhanmu.

Sungguh, Kami telah memudahkan bahasa Al-Quran ini, agar kalian mengambil hikmah dan pelajaran berharga. Maka, tunggulah kehancuran orang-orang jahat itu, dan tampaknya mereka juga sedang menunggu hari kebangkitan. (*)

Oleh: Eeng Nurhaeni

Penulis adalah Pengasuh Ponpes Al-Bayan, Rangkasbitung, Banten, menulis esai untuk media nasional, seperti Kompas, Media Indonesia, Republika, Radar NTT dan lain-lain

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.