Kemenag TTS Gelar Bimtek Pembuatan Konten Penyuluhan Agama

oleh -1753 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Soe – Meningkatkan pemahaman dan kemampuan penyuluh agama katolik dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembuatan konten penyuluhan.

Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) melalui seksi Bimbingan Masyarakat Katolik (Bimkat) melakuan Bimbingan Teknis (Bimtek) pembuatan konten penyuluhan bagi penyuluh agama katolik se-kabupaten TTS, di Aula Haumeni, kantor Kementerian Agama setempat, Selasa, (28/5/2024)

Kepala Seksi Bimas Katolik, James Umbu Tobu, menuturkan tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan penyuluh agama katolik dalam memanfaatkan teknologi sebagai media dalam pembuatan konten penyuluhan di masyarakat.

“Sehingga para penyuluh tampil dengan kreativitas yang mumpuni dalam pewartaannya dan tidak menggunakan gaya kuno dalam pewartaan sebagaimana zaman dahulu kala,” tuturnya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten TTS, Agus Nggiku, dihadiri Kepala Sub Bagian TU, Evaristus Lopis, dan para pejabat lingkup kementerian agama.

Pihaknya mengharapkan agar kegiatan ini memotivasi para penyuluh berkreasi, minimal membuat renungan setiap hari melalui konten media sosial.

“Karena kita akan dikenal jika ada postingan di media yang menunjukkan bahwa para penyuluh berkarya dan dalam karya kita juga dapat menjangkau banyak orang yang tidak tersentuh pelayanan dan atau perhatian,” harapnya.

Untuk melaksanakan kegiatan ini, Ketua Panitia Septian mengatakan dibentuk tim pelaksana kegiatan yang terdiri dari para pejabat fungsional umum (JFU) pada seksi bimas katolik kantor kementerian agama kabupaten TTS guna melancarkan kegiatan tersebut.

“Karena penyuluh agama katolik merupakan ujung tombak bimas katolik dalam pelaksanaan tugas membimbing dan mengembangkan visi misi kementerian agama RI,” ungkapnya.

Seorang penyuluh agama harus memiliki wawasan keagamaan dan kebangsaan yang luas, memiliki berbagai kompetensi seperti kompetensi profesional, pedagogik, sosial dan kepribadian serta para penyuluh harus mampu membangun jejaring komunikasi antara pemerintah dan gereja.

Nara sumber kegiatan, Wensislaus mengaku senang dengan keaktifan para peserta dalam menyimak materi dan bagaimana mempraktikan melalui beberapa aplikasi.

“Peserta sangat aktif dalam menyimak materi dan mempraktikkan di beberapa aplikasi sesuai yang disampaikan,” ungkapnya.

Peserta Bimtek sebanyak 25 orang, terdiri dari 11 laki-laki dan 14 perempuan. Jenis aplikasi yang dipraktikkan adalah myaitalkie, genmo.ai, leonardo.ai. (AB/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.