Bi Siti Marfuah, seorang wanita berusia empatpuluh tujuh yang tubuhnya gemuk dan montok, berprofesi sebagai pencari jodoh atau makelar pernikahan, dan seringkali

Sengaja saya menyebutnya sastrawan, karena memang dia bangga dipanggil sastrawan. Bahkan, dalam identitas KTP pun tertera pekerjaannya sebagai penulis alias sastrawan. Namanya

Sepeninggal Ayah, saya membaca suatu keanehan yang dialami Indra, adik saya satu-satunya yang berusia sekitar limabelas tahun. Ketika saya atau Ibu kehilangan

Pak Mamat tinggal di rumah sederhana di samping kebun sebelah kiri rumah kami. Dia seorang pengidap diabetes, jantung, bahkan pernah didiagnosa sebagai

Mungkin dia sebangsa jin. Seorang ustaz di pengajian pernah menyebutnya sebagai “Jin Salmah”, sejenis jin muslimah yang banyak membantu dan menolong kehidupan

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.