Ketika Indonesia masih di bawah bayang-bayang kekuasaan Orde Baru, seorang tentara muda dari Banten mendaftar sebagai tentara sukarela untuk ikut-serta memerangi para
Kawanan yang Tak Pernah Pulang
Fajar belum benar-benar lahir ketika Kustiono sudah berdiri di tepi sungai yang mengalir malas di antara batu-batu hitam, bekas muntahan gunung purba
Segenggam Pagi untuk Kekasih
Aku selalu percaya bahwa pagi adalah sesuatu yang bisa digenggam, meski orang-orang di kota ini menganggapnya hanya sebagai jeda singkat sebelum deru
Mengubur Komandan Tempur
Kedua tentara yang diutus pemerintah Orde Baru untuk menumpaskan pemberontakan di Timor Timur, kini tak bisa berkutik lagi. Mereka menunduk menatap ke
Rangkuman Kisah Cinta
Sepertinya kiamat sudah dekat. Saya sedang duduk di jendela, dan awan hitam terlihat mengepul di angkasa, bagaikan asap-asap kelabu yang dikirim dari
Makan Baso Bersama Para Kiai
“Kami makan baso bersama para kiai di rumah Ibu Aisah,” begitu kata Ibu Hani, “juga bersama dosen, pengusaha, sastrawan dan lain-lain.” Hari
Merawat Para Pasien Covid-19
Cerpen Hafis Azhari ini pernah ditayangkan NU Online sejak 3 Juli 2021, yang membuat penulisnya diklaim sebagai “Sastrawan Syiah Tersesat”, suatu tuduhan
Reuni dan Halal Bihalal
Saya menurunkan Ibu pelan-pelan setelah mobil saya parkir di garasi. Ia membawa seplastik kripik singkong, cumi asin, jengkol, dan yang paling merepotkan
Rencana Pernikahan
Tentara muda itu memandang dengan tatapan tajam dan muram. Seragam yang dikenakannya tampak lusuh dan pudar. Ia menenteng senapan Pindad SS1, sejenis senapan serbu
Percakapan di Alun-Alun Kota
“Sudah lama saya enggak pernah jalan-jalan lagi di sekitar alun-alun ini. Apalagi duduk-duduk di tamannya. Setelah pulang dari kantor, biasanya cepat-cepat saya
- 1
- 2
- …
- 16
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.










